Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Hamas: Al Aqsa Alami Serangan Paling Berbahaya oleh Yahudi Sepanjang Sejarah

Senin 26 Sep 2022 10:43 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Nashih Nashrullah

Orang-orang Yahudi mengunjungi Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Tempat Suci, di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, selama ritual berkabung tahunan Tisha BAv (sembilan Av) hari puasa dan hari peringatan, memperingati penghancuran kuil kuno Yerusalem, Ahad, 7 Agustus 2022.

Orang-orang Yahudi mengunjungi Temple Mount, yang dikenal oleh umat Islam sebagai Tempat Suci, di kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, selama ritual berkabung tahunan Tisha BAv (sembilan Av) hari puasa dan hari peringatan, memperingati penghancuran kuil kuno Yerusalem, Ahad, 7 Agustus 2022.

Foto: AP/Mahmoud Illean
Israel tidak akan menindak serangan Yahudi terhadap Masjid Al Aqsa.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM – Kelompok Palestina Hamas menyatakan pada Ahad (25/9/2022), Masjid Al Aqsa mengalami serangan paling berbahaya dalam sejarahnya sejak pendudukan Yahudi di Yerusalem dimulai.

Dilansir dari laman Yeni Safak pada Senin (26/9/2022), Juru bicara Hamas, Abdullatif al-Kanu, mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pasukan perlawanan tidak akan pernah meninggalkan tanggung jawab mereka terhadap Al Aqsa. 

Baca Juga

Kemudian, dia menekankan, masjid telah menjadi sasaran serangan paling berbahaya dan luas sejak pendudukan Yahudi. 

Dia mengatakan, serangan pemukim Yahudi adalah upaya baru untuk membuat situs suci Muslim menjadi Yahudi.

Dia turut mendesak warga Palestina untuk berkumpul dan berjaga di Al Aqsa untuk melawan serangan Yahudi. Dia menambahka, Israel akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi di masjid.

Sementara itu, juru bicara Hamas lainnya, Hazem Qasem, mengatakan serangan di Al Aqsa selama hari raya Yahudi di Rosh Hashanah bertentangan dengan norma dan aturan internasional. Menurut dia, ini memprovokasi perasaan dunia Arab dan Islam.

“Israel mengobarkan perang sistematis terhadap tempat-tempat suci dengan menargetkan identitas Yerusalem dan Masjid Al Aqsa. Sikap pasukan perlawanan terhadap masalah ini akan dibentuk sesuai dengan tindakan Israel,” kata dia.

Di samping itu, pihak berwenang Israel telah mengizinkan serangan oleh pemukim Yahudi di kompleks masjid sejak 2003. 

Hal itu terjadi meskipun ada keberatan dan peringatan berkali-kali oleh otoritas agama Palestina, karena kunjungan tersebut memprovokasi jamaah Muslim.

Adapun Masjid Al Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut daerah tersebut sebagai Temple Mount, dengan mengatakan bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967.

 

 

Sumber: yenisafak

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA