Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Pendakwah Muda: Jika Sudah Memiliki Syahwat, Lakukan untuk dan di Jalur Kebaikan

Senin 26 Sep 2022 04:15 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati / Red: Nashih Nashrullah

Menikah muda (ilustrasi). Jalur kebaikan penyaluran syahwat dalah melalui pernikahan

Menikah muda (ilustrasi). Jalur kebaikan penyaluran syahwat dalah melalui pernikahan

Foto: antarafoto
Jalur kebaikan penyaluran syahwat dalah melalui pernikahan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Muslim influencer, Dodi Hidayatullah, mengatakan, Allah SWT memperbolehkan mencintai dengan syahwat. Tetapi Allah SWT juga memerintahkan ada di jalan yang baik dan halal yaitu pernikahan.

Dodi menyebutkan, Alquran Surat Ali Imran ayat 14 telah menyebutkan bahwa dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

Baca Juga

"Jadi, ketika seseorang sudah memiliki syahwat maka lakukan untuk kebaikan.  Selain jalur pernikahan, sudah tidak ada lagi jalan yang dibenarkan Allah SWT," ujarnya saat mengisi kajian Jofisah Talk bertema 'Tuhan, Aku Jatuh Cinta', Sabtu (24/9/2022).

Dia menambahkan, permasalahan cinta adalah fitrah dari Allah SWT sehingga, dia mewanti-wanti peremuan harus menjaga martabat dan harga dirinya kalau ada laki-laki yang mendekati namun belum siap menikah. 

"Tetapi kalau sudah siap menikah maka kamu (perempuan) tegaskan ke pria yang mendekat tersebut supaya bisa datang ke orangtua," ujarnya.

Dia berpesan supaya perempuan ketika punya perasaan terhadap laki-laki, ia harus menjaga karena Allah SWT. 

Artinya kalau semua karena Allah SWT maka ini bisa menjaga perasaan hanya untuk Allah SWT. 

Namun ketika memilih bermaksiat, dia melanjutkan, artinya perasaan sudah tak dijaga. Padahal, dia mengingatkan kadang Allah SWT suka cemburu kepada umatNya ketika diduakan dan mendahulukan yang baik menurut versi diri sendiri. 

"Padahal, sesungguhnya Allah SWT memberikan kenikmatan yang jauh lebih banyak. Jadi, kita harus bisa menjaga perasaan untuk Allah SWT," ujarnya.

Terkait pendekatan melalui taaruf namun gagal hingga jenjang pelaminan, dia mengaku juga pernah mengalaminya. Bahkan dia sampai gagal taaruf sebanyak lima kali. 

Dodi sampai bertanya-tanya kenapa taaruf terus tak jadi padahal niat sudah baik dan enggan pacaran. 

"Saya tidak melihat sisi positifnya bahwa Allah SWT sudah mempersiapkan lebih baik," katanya.

Tak segera menemukan jodohnya membuat dia sempat dekat dengan perempuan bukan mahram untuk mendapatkan jodoh. Namun, dia kemudian diingatkan guru mengajinya supaya kembali ke jalan yang lurus.

"Kemudian, saya kembali ke kajian dan melakukan amal saleh. Di titik itu Allah SWT menurunkan seorang jodoh," katanya.    

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA