Sabtu 24 Sep 2022 11:04 WIB

Semester I 2022, LPS Catat Jumlah BPR Turun jadi 1.618

Total nominal simpanan BPR pada Juni 2022 naik 11,1 persen secara tahunan.

Rep: Novita Intan/ Red: Budi Raharjo
Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019).
Foto: Antara/Audy Alwi
Karyawan membersihkan logo baru Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatatkan penurunan jumlah peserta penjaminan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi 1.618 bank sepanjang enam bulan pertama pada tahun ini. Berdasarkan data Distribusi Simpanan BPR Semester I 2022 yang dirilis LPS, sebesar 90 persen dari total BPR adalah bank konvensional dan 10 persen sisanya BPR syariah (BPRS). 

“Dalam enam bulan terakhir Januari 2022 – Juni 2022, jumlah BPR peserta penjaminan mengalami tren penurunan,” tulis LPS dalam laporannya, seperti dikutip pada Sabtu (24/9/2022).

Jika dirinci, pada Januari 2022 jumlah BPR dan BPRS, masing-masing sebanyak 1.467 bank dan 164 bank. Tercatat pada Juni 2022, jumlah BPR konvensional berkurang 14 menjadi 1.453 bank, sedangkan bank syariah bertambah menjadi 165 bank. “Berdasarkan pelaporan bank yang diterima LPS sejak Januari 2022 hingga Juni 2022, terdapat dua BPR baru dan 16 BPR merger,” tulisnya.

LPS merinci dari 1.618 BPR peserta penjaminan pada 30 Juni 2022, terdapat satu BPR yang belum melaporkan posisi simpanan, sedangkan satu BPR yang dalam proses merger operasional telah menggabungkan laporan posisi simpanannya. Maka demikian, data simpanan yang disajikan dalam laporan ini mencakup 1.616 BPR (99,9 persen dari jumlah BPR). 

Dari sisi lain, total nominal simpanan BPR pada Juni 2022 naik 11,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 144,8 triliun. Sedangkan total rekening simpanan BPR sebanyak 14.811.628 rekening atau naik tujuh persen yoy. 

Jika dilihat dari sisi tiering nominal simpanan, total simpanan terbesar pada BPR pada Juni 2022 terdapat pada tiering simpanan sampai dengan Rp 100 juta sebesar Rp 42,3 triliun atau 29,2 persen dari total simpanan BPR. Hal ini sejalan data nominal simpanan, jumlah rekening terbesar pada BPR pada Juni 2022 terdapat pada tiering simpanan sampai dengan Rp 100 juta sebesar 14.549.719 rekening atau 98,2 persen dari total rekening BPR. 

LPS menyampaikan terdapat dua jenis simpanan pada BPR, yaitu tabungan dan deposito. Adapun jenis simpanan, deposito memiliki proporsi total nominal simpanan yang lebih besar sebesar Rp 103,6 triliun atau 71,6 persen dari total simpanan BPR. Dari jumlah rekening simpanan, tabungan memiliki jumlah rekening yang lebih besar sebanyak 14.097.976 rekening (95,2 persen dari seluruh rekening).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement