Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Mikrofon Masih On, Presiden Korea Selatan Kedengeran Hina Kongres AS

Jumat 23 Sep 2022 03:40 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol (kanan) berbicara dengan Presiden AS Joe Biden (kiri) setelah menghadiri konferensi ketujuh pengisian Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria yang berbasis di Jenewa, di New York, New York, AS, 21 September 2022.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol (kanan) berbicara dengan Presiden AS Joe Biden (kiri) setelah menghadiri konferensi ketujuh pengisian Dana Global untuk Memerangi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria yang berbasis di Jenewa, di New York, New York, AS, 21 September 2022.

Foto: EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT
Presiden Korea Selatan sebelumnya sempat berbincang singkat dengan Presiden AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol terdengar menghina anggota parlemen Amerika Serikat. Insiden itu terjadi setelah pertemuan singkatnya dengan Presiden AS Joe Biden untuk membahas isu strategis, termasuk subsidi kendaraan listrik AS yang ingin diubah oleh Korea Selatan.

"Sungguh memalukan bagi Biden jika para idiot ini menolak untuk mendukungnya di Kongres," kata Yoon dalam video yang disiarkan di televisi Korea Selatan, dilansir Bloomberg, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga

Yoon ketika itu sedang berbicara dengan Menteri Luar Negeri Park Jin di New York. Komentar Yoon terdengar melalui mikrofon tak lama setelah Yoon dan Park selesai mengobrol sebentar dengan Biden di acara Global Fund.

Kedua pemimpin telah dijadwalkan untuk mengadakan diskusi formal di sela-sela Majelis Umum PBB pekan ini. Akan tetapi, mereka malah mengobrol di acara amal yang mengumpulkan dana untuk memerangi penyakit menular.

Seorang pejabat senior kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan kepada wartawan di New York bahwa komentar Yoon tidak resmi dan belum diverifikasi. Dia juga menegaskan, pernyataan pribadi seperti itu bukanlah cerminan pencapaian diplomatik pemerintah.

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Biden dan Yoon membahas kerja sama mengenai ancaman keamanan yang ditimbulkan oleh Korea Utara sebagai bagian dari berbagai masalah prioritas. Termasuk dalam pembahasan ialah soal ketahanan rantai pasokan, teknologi kritis, keamanan ekonomi dan energi, kesehatan global, dan perubahan iklim.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA