Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

China Hukum Mati Mantan Menteri Kehakiman Akibat Korupsi

Kamis 22 Sep 2022 20:49 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Palu Hakim di persidangan (ilustrasi)

Palu Hakim di persidangan (ilustrasi)

Pengadilan telah mencabut hak politik Fu seumur hidup dan sita asetnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Pengadilan China menjatuhkan hukuman mati kepada mantan menteri kehakiman negara tersebut, Fu Zhenghua (67 tahun), Kamis (22/9). Dia dinyatakan bersalah karena melakukan korupsi lebih dari 16 juta dolar AS.

Dalam putusannya, Pengadilan Rakyat Menengah Changchun di Provinsi Jilin memberikan penangguhan hukuman selama dua tahun kepada Fu Zhenghua. "Setelah penangguhan hukuman mati selama dua tahun, hukuman Fu dapat diubah menjadi penjara seumur hidup sesuai dengan hukum, tetapi tidak ada pengurangan lebih lanjut atau pembebasan bersyarat yang akan diberikan kepadanya," demikian bunyi putusan pengadilan seperti dilaporkan China Global Television Network (CGTN).

Baca Juga

Fu menjabat sebagai menteri kehakiman Cina pada Maret 2018 hingga April 2020. Dia didakwa “mengambil keuntungan” dari posisinya antara tahun 2005 dan 2021, termasuk menerima suap senilai lebih dari 117 juta yuan atau hampir setara 17 juta dolar AS. Fu pun dianggap melanggar hukum untuk keuntungan pribadi. Pengadilan telah mencabut hak politik Fu seumur hidup dan menyita semua harta pribadinya.

Selain menteri kehakiman, Fu juga pernah menjabat beberapa posisi lainnya, antara lain kepala Biro Keamanan Publik Kota Beijing, wakil menteri keamanan publik, dan wakil kepala Komite Nasional Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China untuk Urusan Sosial dan Hukum (CPPCC).

Selain korupsi, pengadilan menemukan bahwa Fu telah menyembunyikan bukti dugaan kejahatan serius yang dilakukan oleh saudaranya Fu Weihua saat menjabat sebagai kepala biro keamanan publik Beijing antara 2014 dan 2015. "Penyembunyian ini memungkinkan Fu Weihua untuk menghindari penuntutan untuk waktu yang lama," kata pengadilan dalam putusannya.

 

“Jumlah suap yang diambil Fu sangat besar, dan dia melakukan kejahatan yang sangat serius, yang menyebabkan kerugian besar bagi kepentingan negara dan rakyat dan juga memiliki dampak sosial yang sangat buruk,” kata pengadilan menambahkan dalam putusannya.

 

Pengadilan menilai Fu menerima "hukuman ringan" karena dia "mengakui semua kejahatannya dan mengaku bersalah selama penyelidikan. Dia pun memberikan petunjuk untuk kasus-kasus penting dan telah kooperatif dalam mengembalikan keuntungan ilegalnya. (Kamran Dikarma)

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA