Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Forum Rektor Minta RUU Sisdiknas Disiapkan Secara Komprehensif

Jumat 23 Sep 2022 00:20 WIB

Red: Agus raharjo

Rektor UGM periode 2022-2027 Ova Emilia (kiri) bersama Rektor UGM periode 2017-2022 Panut Mulyono (kanan) bersiap memajang foto usai Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor UGM periode 2022-2027 di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (27/05/2022).  Ova Emilia terpilih sebagai Rektor UGM periode 2022-2027 melalui Rapat Pleno menggantikan Panut Mulyono dan tercatat sebagai rektor perempuan kedua di universitas tersebut.

Rektor UGM periode 2022-2027 Ova Emilia (kiri) bersama Rektor UGM periode 2017-2022 Panut Mulyono (kanan) bersiap memajang foto usai Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor UGM periode 2022-2027 di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat (27/05/2022). Ova Emilia terpilih sebagai Rektor UGM periode 2022-2027 melalui Rapat Pleno menggantikan Panut Mulyono dan tercatat sebagai rektor perempuan kedua di universitas tersebut.

Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Urusan pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Ketua Forum Rektor Indonesia Prof Panut Mulyono, mengatakan Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) harus disiapkan secara komprehensif. Selain itu, RUU Sisdiknas juga harus mengakomodasi berbagai masukan dari berbagai pihak.

"RUU Sisdiknas harus dipersiapkan secara komprehensif dan mengakomodasi berbagai masukan argumentatif, tidak hanya terkait kesejahteraan pendidik tapi juga pengaturan di bidang lain di sektor pendidikan," kata Panut dalam Seminar Nasional Pendidikan Membedah dan Menyempurnakan RUU Sisdiknasoleh Universitas Negeri Jakarta yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (22/9/2022).

Baca Juga

Panut mengatakan hingga saat ini sudah banyak organisasi dan lembaga yang memberikan masukan kepada pemerintah terhadap RUU Sisdiknas versi Agustus 2022. Misalnya, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) yang telah mengusulkan agar tunjangan profesi guru dapat dicantumkan secara tegas di batang tubuh RUU Sisdiknas.

"Kemudian dari Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia, juga menyampaikan agar ketentuan-ketentuan yang mendasar dicantumkan secara eksplisit di batang tubuh RUU Sisdiknas. Direktur Vox Populi juga mengingatkan bahwa dalam konstitusi kita, urusan pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab pemerintah," tutur Panut.

"Masih banyak lagi masukan lain dari para pelaku dan aktivis pendidikan," sambungnya.

Menurut Panut, RUU Sisdiknas yang dipersiapkan secara komprehensif dan mengakomodasi berbagai masukan akan sangat berdampak positif guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing baik hari ini maupun di masa depan.

Pasalnya, kata dia, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah. Sehingga, dibutuhkan SDM unggul dan berdaya saing agar SDA yang dimiliki dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Dia melanjutkan SDM yang unggul dan berdaya saing dapat diciptakan melalui pendidikan bermutu. Pendidikan bermutu sendiri memiliki beberapa syarat antara lain pendidik yang hebat dan berdedikasi, didukung fasilitas pendidikan yang memadai.

"Para pendidik dapat terus meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan dedikasinya, jika dirinya sejahtera, nyaman, dan berkecukupan, kira-kira semacam itu. Sehingga, RUU Sisdiknas harus disiapkan secara komprehensif," tegas Panut.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA