Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Fakta Baru Soal Kasus Kematian Emiliano Sala

Rabu 21 Sep 2022 15:49 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Karangan bunga untuk Emiliano Sala.

Karangan bunga untuk Emiliano Sala.

Foto: EPA-EFE/Eddy Lemaistre
Ibbotson merupakan pilot amatir dan tak kantongi lisensi untuk mengangkut penumpang.

REPUBLIKA.CO.ID, CARDIFF CITY -- Nasib Emiliano Sala terbilang tragis. Belum sempat menginjak kaki di Inggris untuk memperkuat Cardiff City, penyerang asal Argentina itu mengalami kecelakaan pesawat dalam perjalanan dari Nantes menuju Cardiff.

Piper Malibu N264DB, pesawat pribadi yang ditumpangi Sala, diketahui jatuh di Selat Inggris. Striker berusia 28 tahun itu ditemukan sudah tidak bernyawa di sekitar lokasi jatuhnya pesawat tersebut setelah dilakukan pencarian selama dua pekan.

Insiden ini terjadi pada pertengahan Januari 2019, hanya berselang dua hari usai Cardiff City mengumumkan secara resmi perekrutan Sala dari Nantes. Dengan biaya transfer mencapai 15 juta poundsterling, Sala didatangkan dari Nantes dan dijadwalkan melakoni latihan perdana bersama the Bluebirds pada Senin, 21 Januari 2019.

Dalam sebuah rekaman audio yang dilansir BBC, pilot Piper Malibu, David Ibbotson, diketahui sempat melakukan percakapan dengan koleganya, Kevin Jones. Saat itu, Ibbotson mengeluhkan soal kondisi pesawat yang begitu buruk.

Ibbotson merupakan pilot yang dikontrak untuk melakukan perjalanan pulang-pergi dari Nantes ke Cardiff. Ibbotson mengungkapkan sempat mengalami kendala teknis saat terbang dari Cardiff menuju Nantes pada Sabtu, 19 Januari 2019.

Saat mendarat di Bandara Atlantique, Nantes, Prancis Barat, Ibbotson menyebut, pesawat Piper Malibu mengalami masalah di rem sebelah kiri. Ini ternyata bukan satu-satunya masalah teknis di pesawat nahas tersebut.

''Saat berada di tengah-tengah Selat Inggris, saya mendengar ledakan. Setelah melihat parameter, tidak ada yang salah. Namun, ledakan itu tidak bisa dihiraukan begitu saja. Pesawat ini harus masuk hanggar. Pesawat ini berada dalam kondisi busuk,'' ujar Ibbotson dalam percakapan dengan Jones seperti dilansir BBC, Rabu (21/9/2022).

Kemudian saat hendak bersiap kembali ke Cardiff pada Senin, 21 Januari 2019, pagi waktu setempat, Ibbotson sempat menyarankan Sala untuk mengenakan jaket pelampung. ''Biasanya, saya hanya menyimpan jaket pelampung di bawah kursi pilot. Namun, untuk penerbangan ini, saya akan mengenakan jaket pelampung,'' ujar Ibbotson dalam rekaman audio yang dilansir BBC.

Dalam penerbangan tersebut, pesawat yang telah berusia 35 tahun itu hanya mengangkut dua penumpang, termasuk Ibbotson sebagai pilot. Belakangan diketahui, Ibbotson merupakan pilot amatir dan tidak mengantongi lisensi untuk mengangkut penumpang. Hingga kini, jasad Ibbotson belum ditemukan meski pihak berwenang sudah melakukan pencarian di sekitar jatuhnya pesawat.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA