Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Rudiger Kagumi Ancelotti, Ini Alasannya

Rabu 21 Sep 2022 14:47 WIB

Rep: Fitriyanto/ Red: Muhammad Akbar

 Rekrutan baru Real Madrid Antonio Rudiger tiba untuk memberikan konferensi pers di tempat latihan klub di Madrid, Spanyol, Senin, 20 Juni 2022.

Rekrutan baru Real Madrid Antonio Rudiger tiba untuk memberikan konferensi pers di tempat latihan klub di Madrid, Spanyol, Senin, 20 Juni 2022.

Foto: AP/Paul White
Rudiger mengungkapkan sambutan khusus yang diberikan Ancelotti

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Bek Real Madrid Antonio Rudiger mengungkapkan sambutan khusus yang diberikan pelatih Carlo Ancelotti kepadanya.

Pemain berusia 29 tahun itu mungkin tidak bekerja lama di bawah asuhannya, tetapi dia sudah memiliki kata-kata yang bersinar untuk Ancelotti dan cara dia memperlakukan para pemainnya.

"Saya baru beberapa jam berada di rumah baru bersama keluarga, dan bel pintu tiba-tiba berbunyi. Saya membukanya dan Carlo Ancelotti berdiri di depan saya. Momen yang luar biasa," kata Rudiger kepada Sport1 menggambarkan sambutan hangatnya saat kali pertama gabung di Real Madrid.

Rudiger kemudian mengatakan sambutan itu terus berlanjut ke ruang yang lebih bersahabat. Sambutan yang sangat luar biasa itu, diakui sangat menyentuh hatinya.

"Dia duduk di meja bersama kami, makan bersama kami dan mengenal keluarga saya. Sangat normal, sangat membumi. Dia ada di sana selama dua jam, kami berbicara tentang segalanya," lanjutnya.

“Saya akan jujur, saya tidak pernah mengalami hal seperti itu, tidak ada pelatih yang pernah melakukan hal seperti itu untuk saya. Setelah beberapa bulan dengan dia, saya harus mengatakan, Ketika berurusan dengan pemain, Ancelotti tidak tersentuh." 

Rudiger juga membahas kepindahannya dari Chelsea. Dia mengatakan bahwa tidak pernah ada opsi ketiga, dalam benaknya ia hanya tertarik untuk bertahan di The Blues atau bergabung dengan Madrid.

"Hanya ada dua pilihan bagi saya, apakah saya bertahan di Chelsea atau pergi ke Real. Jerman bukan prospek yang serius," jelas Rudiger.

"Pada akhir April, [kepindahan ke Real Madrid] menjadi sangat nyata. Tapi sebelum semuanya jelas, saudara laki-laki saya sedikit membodohi saya," ungkapnya.

"Kami bermain dengan Chelsea melawan Madrid di perempat final Liga Champions. Setelah kekalahan di leg pertama, dia tiba-tiba berkata kepada saya, 'Toni, saya tidak tahu apakah ini masih akan berhasil. Di leg kedua, Anda  harus menunjukkan segalanya agar perubahan itu berhasil. Hal itulah yang mendorong saya," tutupnya. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA