Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Peternakan Ikan Gaza Mulai Produksi untuk pasar Lokal dan Tepi Barat

Rabu 21 Sep 2022 08:10 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Nelayan Gaza kembali melaut. Sebuah peternakan ikan yang didirikan di Laut Mediterania di lepas pantai Gaza tahun lalu telah mulai memproduksi ikan bream untuk pasar lokal serta untuk ekspor ke wilayah pendudukan Tepi Barat.

Nelayan Gaza kembali melaut. Sebuah peternakan ikan yang didirikan di Laut Mediterania di lepas pantai Gaza tahun lalu telah mulai memproduksi ikan bream untuk pasar lokal serta untuk ekspor ke wilayah pendudukan Tepi Barat.

Foto: Al Jazeera
Ekspor ikan baru-baru ini terpukul oleh pembatasan yang diberlakukan oleh Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Sebuah peternakan ikan yang didirikan di Laut Mediterania di lepas pantai Gaza tahun lalu telah mulai memproduksi ikan bream untuk pasar lokal serta untuk ekspor ke wilayah pendudukan Tepi Barat. Ekspor ikan baru-baru ini terpukul oleh pembatasan yang diberlakukan oleh Israel pada Agustus, tetapi ini diperkirakan akan dilonggarkan.

Fasilitas ini didirikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB dalam kemitraan dengan Italia sekitar empat mil laut lepas pantai. Program ini adalah salah satu dari berbagai proyek yang bertujuan untuk memperkuat industri perikanan lokal dan mengembangkan bisnis di Gaza.

Baca Juga

Kepala proyek peternakan ikan lepas pantai Abdel-Naser Madhi mengatakan, fasilitas baru membantu mendatangkan dana penting untuk industri perikanan dan menciptakan ikatan ekspor yang lebih kuat. Dia memperkirakan produksi 60-80 ton ikan bream pada tahun pertama akan terbagi antara pasar Gaza dan Tepi Barat. Pengepul di Tepi Barat, menurunya, sedang berlomba-lomba membeli ikan dari proyek itu.

Industri perikanan telah terkena larangan ekspor yang diberlakukan oleh Israel, yang mengontrol akses ekspor dari Gaza ke pasar di Tepi Barat. Kapal penangkap ikan Gaza telah lama beroperasi di bawah blokade ketat yang diberlakukan oleh Israel dan Mesir.

Pembatasan itu membuat penangkapan ikan terlalu mahal bagi banyak orang untuk beroperasi dan telah mengurangi ukuran tangkapannya. Kondisi ini tidak dapat dipungkiri menghambat pembangunan ekonomi di daerah yang lebih dari setengah penduduknya tinggal dalam kemiskinan.

Pada Agustus, ketika Israel membom target yang terkait dengan gerakan Jihad Islam di Gaza dalam serangan singkat tiga hari, ekspor dihentikan selama dua minggu sebelum diizinkan untuk melanjutkan hanya seperlima dari tingkat normal 100 ton per bulan. Jumlah ini, menurut pihak Palestina, tidak mencukupi.

Kementerian Pertanian Israel mengatakan Selasa (20/9/2022), pengurangan itu terkait dengan masalah kesehatan masyarakat menyusul penyelundupan ikan ilegal dari Gaza. Namun, Israel telah memutuskan untuk menetapkan kuota pada 40 ton.

Yasser Al-Haj yang memiliki restoran tepi pantai dan peternakan ikan darat yang menghasilkan hingga 300 ton ikan air tawar per tahun menyatakan, 80 persen di antaranya diekspor ke Tepi Barat. Dia mengatakan ekspor akan dilanjutkan pada Rabu.

"Kami menderita kerugian besar. Kami setuju untuk melanjutkan ekspor dengan janji Israel akan secara bertahap meningkatkan jumlah yang diizinkan," katanya. 

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA