Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Fakultas Psikologi UMM Buka Program Joint Degree dengan Asia University Taiwan

Selasa 20 Sep 2022 09:04 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Fakultas Psikologi (Fapsi) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka program gelar bersama (joint degree) dengan Asia University Taiwan bagi mahasiswa. (ilustrasi).

Fakultas Psikologi (Fapsi) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka program gelar bersama (joint degree) dengan Asia University Taiwan bagi mahasiswa. (ilustrasi).

Joint degree ini merupakan program lanjutan dari kelas internasional sejak 2020

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Fakultas Psikologi (Fapsi) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka program gelar bersama (joint degree) dengan Asia University Taiwan bagi mahasiswa. Joint degree ini merupakan program lanjutan dari kelas internasional yang telah berlangsung sejak 2020.

Koordinator program joint degree, Muhammad Fath Mashuri mengatakan, melalui program ini,  mahasiswa nantinya mendapatkan dua gelar akademik sekaligus. Dalam hal ini, satu sarjana psikologi dari UMM dan bachelor of science dari Asia University. "Dan mahasiswa yang mengambil program ini akan mengikuti perkuliahan dua tahun pertama di UMM, kemudian dua tahun berikutnya dilanjutkan di kampus Asia University," katanya.

Baca Juga

Setelah melalui proses panjang, akhirnya aktivitas ini mendapatkan izin dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi (Kemendikbud-Ristek) dengan nomor SK 0727/E.E3/OT.00.04/2022. Oleh karena itu, program ini diberlakukan bagi mahasiswa angkatan 2022.

Fath menambahkan ada beberapa tahapan seleksi yang harus mahasiswa lewati agar bisa mengikuti joint degree. Program ini diawali dengan seleksi dokumen yang di dalamnya memuat syarat sertifikat TOEFL ITP lebih dari 500 atau IELTS lebih dari 5.5. kemudian dilanjutkan dengan seleksi substansi berupa berupa tes potensi akademik hingga tes wawancara.

Menurut Fath, ada banyak sekali manfaat yang akan didapatkan mahasiswa dalam joint degree. Selain mendapatkan gelar dari dua universitas berbeda, mereka juga memperoleh international exposure. Hal ini baik apalagi mengingat berkuliah di luar negeri bukanlah perkara yang mudah.

Fath yakin mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman dan peningkatan kemampuan. "Baik itu di aspek kemampuan bahasa Inggris, kemampuan literasi, pemahaman akan dunia yang lebih luas, dan perspektif yang lebih kompleks secara global,” ungkap dosen Psikologi tersebut dalam pesan resmi yang diterima Republika, Selasa (20/9/2022).

Fapsi UMM menargetkan ada 20-an mahasiswa yang bisa bergabung dalam joint degree. Bahkan mungkin lebih banyak karena adanya antuasiasme yang tinggi dari para mahasiswa baru.

Fath menegaskan, Fapsi UMM tidak hanya membuka program joint degree bersama Asia University Taiwan. Saat ini pihaknya sudah menjajaki kerja sama dengan kampus-kampus luar negeri lainnya, baik di Asia, Amerika, maupun Eropa. Sebab itu, mahasiswa bisa leluasa memilih kampus untuk menjalani joint degree selama berkuliah di UMM.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA