Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Target Vaksinasi Covid Setidaknya Harus Tuntas di Kelompok Rentan

Senin 19 Sep 2022 19:45 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indira Rezkisari

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Mal Qbig, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Ahad, (18/9/2022). Kementerian Kesehatan mempersiapkan strategi akselerasi cakupan vaksinasi COVID-19 dosis penguat atau booster hingga 100 juta peserta mulai awal 2023, menyusul prediksi penurunan imunitas penduduk di awal tahun depan.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Mal Qbig, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Ahad, (18/9/2022). Kementerian Kesehatan mempersiapkan strategi akselerasi cakupan vaksinasi COVID-19 dosis penguat atau booster hingga 100 juta peserta mulai awal 2023, menyusul prediksi penurunan imunitas penduduk di awal tahun depan.

Foto: ANTARA/Fauzan
Kelompok rentan paling penting memiliki imunitas yang kuat melawan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Spesialis Mikrobiologi Klinis, Konsulen Virologi/Panel Ahli Satgas Penanganan Covid-19, Budiman Bela mengingatkan, target vaksinasi Covid-19 perlu diselesaikan. Ia mengatakan vaksinasi Covid-19 setidaknya harus 100 persen dilakukan pada populasi rentan.

Kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) dan memiliki penyakit penyerta (komorbid) berisiko lebih tinggi mengalami kondisi fatal hingga kematian akibat terinfeksi Covid-19. "Populasi lansia dan memikiki komorbid relatif lebih tinggi rentan (berisiko terjadi fatalitas hingga kematian akibat Covid-19). Bahkan, kemungkinannya bisa dikatakan sangat signifikan terjadi pada mereka yang belum divaksin dibandingkan dengan mereka yang sudah divaksin," ujar Budiman saat konferensi virtual, Senin (19/9/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, kalau vaksinasi Covid-19 sudah lengkap, baik vaksin dosis kedua bahkan telah menerima vaksin dosis ketiga penguat (booster) maka data menunjukkan menunjukkan bahwa angka kematiannya semakin jauh berkurang.  Artinya jika seseorang telah divaksin, bisa lebih cepat menghilangkan virus dalam tubuh karena imunitasnya sudah terbentuk.

Jadi, kekebalan tubuh telah disiapkan untuk menghadapi virus yang masuk. Oleh karena itu, ia meminta populasi yang rentan ini jelas harus dilindungi dan urgen mendapatkan vaksin Covid-19. Budiman khawatir kalau kelompok ini tidak divaksin maka mereka akan lebih mudah untuk mengalami sakit berat ataupun fatal.

Tak hanya kelompok ini, Budiman juga meminta kelompok yang tak masuk populasi rentan harus menyelesaikan vaksinasinya. Sebab, setelah menyelesaikan dosis vaksinasi Covid-19 kemudian kecil kemungkinan mengalami gejala sakit berat.

"Urgensinya adalah kita yang semakin ingin menurunkan angka kematian dan sakit berat (akibat Covid-19) serendah mungkin," ujarnya.

Terkait tingginya mobilitas bisa menyebabkan mutasi virus, Budiman menjelaskan hal ini terjadi terjadi akibat perkembangbiakan virus yang banyak. Perkembangbiakan ini bisa terjadi ketika aktivitas meningkat. Apalagi kalau imunitas dalam tubuh tidak terlalu bagus dan mengakibatkan virus berkembang biak dalam diri. Kemudian, semakin banyak orang terinfeksi dan akhirnya mengakibatkan penyebarannya semakin tinggi.

"Ini yang terjadi kalau mobilitas tinggi. Namun, dengan melakukan vaksinasi tentu kita bisa meredamnya dengan sangat signifikan," ujarnya.

Budiman menyadari mobilitas tidak bisa dihindari karena untuk pergerakan ekonomi. Jadi, pergerakan masyarakat ini tidak bisa dicegah. Kendati demikian, dia meminta publik tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes), minimal menggunakan masker.

"Ini menjadi penting karena menggunakan masker kita melindungi orang lain dari penyebaran virus yang berasal dari saluran napas," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA