Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

AP I dan Pemkot Mataram Kolaborasi Hidupkan Bekas Bandara Selaparang

Selasa 20 Sep 2022 00:40 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bandara Selaparang

Bandara Selaparang

Foto: [ist]
Bandara Selaparang dicabut statusnya sebagai Bandara Udara.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- PT Angkasa Pura (AP) I dan Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, berkolaborasi menghidupkan kembali bekas Bandara Selaparang Rembiga sebagai pusat kegiatan baik skala lokal, nasional, maupun internasional untuk mendukung peningkatan ekonomi di daerah ini.

"Jadi kita sudah berkomitmen bersama Pemerintah Kota Mataram membuka lahan bekas Bandara Selaparang sebagai pusat kegiatan baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, swasta, maupun EO (event organizer)," kata General Manager (GM) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Rahmat Adil Indrawan di Mataram, Senin (19/9/2022).

Baca Juga

Pernyataan itu disampaikan Rahmat Adil seusai bertemu dengan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana bersama jajaran terkait di ruang tamu utama Kantor Wali Kota Mataram. Menurutnya, setelah bekas Bandara Selaparang dicabut statusnya sebagai Bandara Udara, areal seluas sekitar 60 hektare tersebut kini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan-kegiatan yang sifatnya temporal. Misalnya, konser musik, drag race, bazar dan lainnya.

"Kegiatan dapat dilaksanakan pada bagian dalam areal bekas bandara. Seperti Konser Slank pekan lalu (Sabtu 10/9-2022)," katanya.

Terkait dengan itu, EO yang tertarik bisa langsung menghubungi Angkasa Pura I atau melalui Pemerintah Kota Mataram. "Sementara terkait untuk perbaikan infrastruktur di areal bekas bandara menjadi ranah Angkasa Pura I," katanya.

Dia berharap dengan adanya kerja sama ini, dapat membantu pemerintah daerah dalam upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, diharapkan ada masukan untuk membayar kewajiban pajak bumi dan bangunan (PBB) ke Pemerintah Kota Mataram.

"Alhamdulillah, untuk PBB tahun 2021, kita mendapat relaksasi 50 persen sehingga PBB tahun lalu kita bayar sekitar Rp350 juta. Untuk PBB 2022, Insya Allah kita akan dibantu lagi relaksasi," katanya.

Sementara Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, menyambut baik konsep pengelolaan bekas bandara oleh pihak Angkara Pura I. "Prinsipnya, kita ingin bekas bandara itu dimanfaatkan sehingga Kota Mataram tetap ramai dikunjungi tamu-tamu," katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Mataram juga akan mengusulkan setiap akhir pekan akan membuka bazar UMKM di bagian depan bekas bandara atau yang dulunya menjadi areal parkir. "Harapan kita, kalau untuk UMKM kita bisa diberikan gratis. Kita tetap bertanggung jawab untuk perawatan, operasional listrik dan lainnya sebab yang penting UMKM diberikan kesempatan dan lokasi itu tetap ramai," ujarnya.

 

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA