Sunday, 7 Rajab 1444 / 29 January 2023

Dorong Produktivitas, Jokowi akan Jamin Harga Beli bagi Kedelai Petani

Senin 19 Sep 2022 17:10 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai, jagung, cabai, dan juga bawang. Menurut Syahrul, peningkatan produktivitas tanaman tersebut untuk menjaga kebutuhan dalam negeri serta menekan angka impor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai, jagung, cabai, dan juga bawang. Menurut Syahrul, peningkatan produktivitas tanaman tersebut untuk menjaga kebutuhan dalam negeri serta menekan angka impor.

Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Mentan yakin jaminan harga beli kedelai petani akan menjaga produktivitas di lapangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai, jagung, cabai, dan juga bawang. Menurut Syahrul, peningkatan produktivitas tanaman tersebut untuk menjaga kebutuhan dalam negeri serta menekan angka impor.

“Bapak Presiden memutuskan tadi, neraca ini betul-betul dijaga bahkan saya diperintahkan untuk terus melakukan penanaman tambahan baik jagung, kedelai, cabai, maupun bawang,” ujar Syahrul saat konferensi pers usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (19/9).

Selain itu, pemerintah juga akan menjamin harga beli komoditas tanaman tersebut di tingkat petani, khususnya untuk kedelai. Nantinya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian akan menetapkan harga beli di tingkat petani sehingga produktivitas kedelai dapat terus terjaga.

“Pemerintah menjamin harga beli khususnya untuk kedelai dan tentu saja dimintakan BUMN dan jajaran BUMN untuk melakukan pembelian baik itu cabai, bawang, maupun tentu saja kedelai yang ada,” jelas dia.

Pemenuhan kebutuhan kedelai di dalam negeri saat ini masih tergantung dari impor. Sebab, produktivitas nasional tercatat terus mengalami penurunan karena kurangnya minat petani untuk menanam kedelai.

Selain itu, Syahrul mengatakan, pemerintah akan mengintervensi biaya logistik dan transportasi ke berbagai daerah. Selain akan mendorong peningkatan produktivitasnya, langkah ini diharapkan dapat mengendalikan harga dengan baik.

“Yang kedua sistem logistik dan transportasi yang terus di exercise sehingga stabilisasi harganya juga bisa dikendalikan dengan semaksimal mungkin oleh pemerintah,” kata dia.

Syahrul mengatakan, pemetaan terhadap daerah-daerah penghasil komoditas dan yang mengalami kekurangan produktivitas pun harus dilakukan dengan baik. Karena itu, pemerintah akan meminta tiap daerah untuk membantu mengendalikan biaya logistik atau transportasinya.

“Yang kedua Menteri Pertanian bersama badan pangan nasional untuk juga mengintervensi pada daerah-daerah tertentu yang berskala besar agar betul-betul ada pengendalian-pengendalian yang secara maksimal bisa dilakukan,” ujar Syahrul.

Pemerintah juga akan melakukan perbaikan varietas kedelai dengan menyiapkan bibit-bibit lokal dengan varietas tinggi atau menggunakan bibit impor. Dengan demikian, produksi kedelai juga dapat mengalami peningkatan.

Sementara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, produksi kedelai nasional saat ini terus mengalami penurunan, sedangkan kebutuhan dalam negeri mencapai 2,4 juta ton. Presiden pun ingin Indonesia tak terus menerus tergantung pada komoditas kedelai impor.

“Salah satu arahan beliau harganya untuk dibuat agar petani tidak rugi. Untuk itu nanti ada penugasan kepada BUMN. Itu di harga Rp 10 ribu,” kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA