Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Laporan WSJ: Megaproyek Neom Berencana Sediakan Minuman Alkohol

Ahad 18 Sep 2022 23:20 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Christiyaningsih

Seorang warga membawa bendera Arab Saudi (Ilustrasi). Kota yang menjadi megaproyek Arab Saudi, Neom, berencana menyediakan minuman beralkohol di sebuah resor pantai.

Seorang warga membawa bendera Arab Saudi (Ilustrasi). Kota yang menjadi megaproyek Arab Saudi, Neom, berencana menyediakan minuman beralkohol di sebuah resor pantai.

Foto: REUTERS
Kota megaproyek Arab Saudi, Neom, berencana menyediakan minuman beralkohol

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Kota yang menjadi megaproyek Arab Saudi, Neom, berencana menyediakan minuman beralkohol di sebuah resor pantai yang akan mulai dibuka pada tahun depan. Rencana ini disebutkan dalam laporan Wall Street Journal (WSJ) yang dikutip Middle East Eye, Ahad (18/9/2022).

Dalam laporan WSJ yang mengutip sebuah dokumen, disebutkan di Pulau Laut Merah bernama Sindalah yang dibuka pada 2023 mendatang, akan tersedia bar wine premium, bar koktail, dan bar sampanye dan makanan penutup. Selain itu juga ada toko wine ritel dengan display dinding vertikal yang mencolok.

Baca Juga

Gambar dalam rencana untuk pulau resor pantai itu menunjukkan adanya koktail yang dituangkan di depan sebuah botol seperti botol vodka, wiski, dan wine. Gambar lain dalam dokumen tersebut menampilkan wanita berbikini dan pria bertelanjang dada di kapal pesiar dan kolam renang.

"(Sindalah) akan membuat Laut Merah sebagai tujuan baru untuk kapal pesiar super dan menarik beberapa orang paling kaya dan berpengaruh di dunia," demikian laporan WSJ, yang mengutip dokumen temuannya.

Pada Mei lalu, Saudi membantah laporan bahwa Neom akan memiliki status khusus sendiri, mirip dengan negara di dalam negara, di mana konsumsi alkohol akan diizinkan. Otoritas Saudi juga menegaskan penduduk Neom akan tunduk pada kedaulatan kerajaan tetapi akan memiliki undang-undang ekonominya sendiri.

Konsumsi, impor, pembuatan bir ,dan penjualan alkohol dilarang sepenuhnya di wilayah kerajaan Teluk sehingga dapat dihukum dengan denda, penjara yang lama, dan cambuk. Neom, megaproyek Saudi senilai 500 miliar dolar, akan berukuran 33 kali ukuran New York City. Neom direncanakan mencakup kota garis lurus 170 km, kota delapan sisi yang mengapung di atas air, dan resor ski dengan desa vertikal terlipat. Di antaranya proyek megah dan arsitektur menantang lainnya.

Middle East Eye dalam laporannya mengungkap persoalan lain Neom. Dalam laporan disebutkan, dua anggota Howeitat, sebuah suku di Arab Saudi yang dipindahkan secara paksa untuk memberi jalan bagi Neom, telah menerima hukuman penjara 50 tahun atas protes mereka terhadap proyek tersebut. Hal tersebut, demikian laporan Middle East Eye, karena pasokan air dan listrik terputus dari penduduk Howeitat sebagai bagian dari kampanye bersama oleh otoritas Saudi untuk mengusir mereka dari tanah mereka, dan drone dikerahkan untuk mengawasi mereka.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA