Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Australia Masih Menerima Turis Rusia

Senin 19 Sep 2022 00:55 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

 Seorang wanita tua memegang paspor Rusia. Australia tidak akan melarang turis Rusia memasuki negara itu meski sanksi diterapkan terhadap Rusia atas perang di Ukraina.

Seorang wanita tua memegang paspor Rusia. Australia tidak akan melarang turis Rusia memasuki negara itu meski sanksi diterapkan terhadap Rusia atas perang di Ukraina.

Foto: AP/Alexei Alexandrov
Australia tidak akan melarang turis Rusia memasuki negaranya

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Australia tidak akan melarang turis Rusia memasuki negara itu meski sanksi diterapkan terhadap Rusia atas perang di Ukraina. Menteri Pertahanan Australia Richard Marles menyatakan pada Ahad (18/9/2022), sanksi yang berlaku hanya diterapkan kepada pemerintah Rusia, bukan warganya.

"Ini bukan sesuatu yang kami pertimbangkan saat ini," kata Marles kepada televisi ABC.

Sejak awal konflik, Australia telah memberikan sanksi kepada ratusan individu dan entitas Rusia, termasuk sebagian besar sektor perbankan Rusia dan semua organisasi yang bertanggung jawab atas utang negara. Canberra juga telah memasok peralatan pertahanan dan pasokan kemanusiaan ke Ukraina, sementara melarang ekspor bijih alumina dan aluminium, termasuk bauksit, ke Rusia.

Marles menolak untuk menjelaskan apakah Australia akan menyediakan lebih banyak Bushmaster dan kendaraan yang dilindungi lainnya ke Ukraina setelah permintaan baru-baru ini dari duta besar Ukraina untuk Australia. Australia pada Juli menjanjikan 60 Bushmaster dan 28 Kendaraan Lapis Baja M113AS4 ke Ukraina sebagai bagian dari bantuan militer lebih dari 385 juta dolar Australia.

 "Kami akan melihat bagaimana kami dapat memberikan dukungan berkelanjutan itu," kata Marles menyebut Australia adalah salah satu negara dukungan militer non-NATO terbesar di Ukraina.

Selain masalah Ukraina, Marles mengatakan, kesepakatan Australia dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir di bawah aliansi yang dijuluki AUKUS tetap di jalurnya. Australia pada Juni mencapai penyelesaian 555 juta euro dengan galangan kapal militer Prancis Naval Group atas pembatalan kesepakatan kapal selam konvensional multi-miliar dolar pada 2021 demi kapal selam bertenaga nuklir melalui AUKUS.

“Kami yakin kami akan dapat membuat pengumuman tentang kapal selam pada bagian pertama tahun depan,” kata Marles.

Marles menyatakan penting untuk tidak melihat proses akuisisi kapal selam sebagai semacam persaingan antara AS dan Inggris. "Kedua negara bekerja sangat erat dengan kami untuk membantu kami memperoleh kemampuan ini," katanya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA