Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Presiden Senegal Tunjuk Mantan Menteri Ekonomi Sebagai Perdana Menteri

Ahad 18 Sep 2022 13:47 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Presiden Senegal Macky Sall menunjuk mantan menteri ekonomi Amadou Ba sebagai perdana menteri.

Presiden Senegal Macky Sall menunjuk mantan menteri ekonomi Amadou Ba sebagai perdana menteri.

Foto: EPA
Presiden Senegal menunjuk mantan menteri ekonomi Amadou Ba sebagai perdana menteri

REPUBLIKA.CO.ID, DAKAR -- Presiden Senegal Macky Sall menunjuk mantan menteri ekonomi Amadou Ba sebagai perdana menteri. Penetapan ini dilakukan dua bulan setelah pemilihan legislatif di mana koalisi Sall kehilangan posisi mayoritas.

Ba yang berusia 61 tahun merupakan pakar perpajakan yang juga pernah menjabat sebagai menteri luar negeri. Pada Ahad (18/9/2022) kantor kepresidenan Senegal mengumumkan ia ditunjuk sebagai perdana menteri. Senegal sempat menghapus posisi perdana menteri pada April 2019 lalu.

"Prioritas utama yang dipaparkan presiden antara lain meningkatkan kekuatan daya beli perumahan, menjinakan inflasi, keamanan, perumahanan, pelatihan vokasi, lapangan kerja dan kewirausahaan," kata Ba di stasiun televisi usai bertemu Sall, Sabtu (17/8/2022).  

Pada Sabtu malam presiden membentuk pemerintahan baru yang terdiri dari 38 menteri. Menteri-menteri dari pemerintah sebelumnya yang dipertahankan adalah menteri pertahanan, dalam negeri, luar negeri dan keuangan.

Direktur PBB untuk Perempuan di kawasan, Oulimata Sarr ditunjuk sebagai menteri perencanaan dan keuangan. Pada pekan ini pasukan keamanan Senegal juga dipanggil untuk mengamankan proses pemungutan suara di parlemen dan menenangkan anggota oposisi di parlemen yang rusuh.

Mereka mencoba mengganggu jalan pemilihan  presiden yang baru di majelis nasional. Majelis itu digelar untuk pertama kalinya sejak pemilihan bulan Juli lalu.

Sall mulai berkuasa pada tahun 2012 setelah menurunkan Presiden Abdoulaye Wade. Ia terpilih lagi pada tahun 2019 dengan janji memperluas infrastruktur skala besar karena negara itu mulai memproduksi minyak dan gas alam tahun depan.

Di masa jabatan yang kedua ini ia menghadapi tantangan ekonomi yang dipicu pandemi Covid-19 dan penurunan perlambatan global yang berkaitan dengan invasi Rusia ke Ukraina. Ketegangan politik gejolak saat Sall menolak secara terbuka kemungkinan untuk maju lagi pada tahun 2024.

Tahun lalu kerusuhan pecah ketika mantan saingan utama Sall, Ousmane Sonko ditangkap atas kasus pemerkosaan. Sonko yang berada di posisi ketiga dalam pemilihan umum 2019 akhirnya dibebaskan.

Namun banyak pengunjuk rasa yang menilai penangkapannya merupakan upaya Sonko menyingkirkan saingan utamanya untuk maju lagi di periode ketiga.

sumber : Reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA