Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Australia tak akan Larang Turis Rusia Masuk

Ahad 18 Sep 2022 12:47 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Australia tidak akan melarang wisatawan Rusia masuk negaranya

Australia tidak akan melarang wisatawan Rusia masuk negaranya

Foto: BBC
Sanksi Australia ditunjukkan pada pemerintah Rusia, bukan rakyat Rusia itu sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan Australia tidak akan melarang wisatawan Rusia masuk negaranya. Australia diketahui memberlakukan sejumlah sanksi ke Rusia atas invasi ke Ukraina tetapi tidak melarang masuknya turis asal Rusia.

Meski begitu, sudah ratusan individu dan entitas Rusia yang mendapat sanksi dari Australia. Termasuk sektor perbankan dan semua organisasi yang bertanggung jawab pada utang negara itu.

Baca Juga

Australia juga telah memasok peralatan pertahanan dan mengirimkan bantuan kemanusian ke Ukraina. Di saat yang sama, Australia melarang ekspor bijih alumina dan aluminium termasuk bauksit ke Rusia.  

Saat ditanya apakah Australia juga akan melarang turis Rusia masuk. Marles menjawab sanksi-sanksi Australia ditunjukkan pada pemerintah Rusia "bukan rakyat Rusia itu sendiri."

"Saat ini kami tidak mempertimbangkan itu," kata Marles pada stasiun televisi ABC, Ahad (18/9/2022).

Marles menolak untuk mengungkapkan apakah Australia akan mengirimkan lebih banyak Busmaster dan kendaraan lapis baja lainnya ke Ukraina setelah Duta Besar Ukraina untuk Australia mengirimkan permintaan tersebut.

"Kami akan melihat bagaimana kami dapat menyediakan bantuan yang sedang berjalan," katanya.

Ia menegaskan Australia salah satu negara non-NATO (Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara) yang memberikan bantuan terbanyak ke Ukraina. Marles mengatakan kesepakatan Australia dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris dalam membangun kapal selam berkekuatan nuklir masih "dalam jalur."

Pada Juni lalu Australia mencapai kesepakatan dengan membayar 555 juta euro ke perusahaan perkapalan Prancis Naval Group. Setelah membatalkan proyek kapal selam konvensional tahun 2021 karena Canberra memilih membentuk kerja sama dengan AS dan Inggris yang dikenal AUKUS.

"Kami yakin kami dapat mengumumkan bagian pertama kapal selam tahun depan," kata Marles sambil menambahkan penting untuk tidak melihat proses akuisisi kapal selam sebagai "kompetisi antara AS dan Inggris."

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA