Sabtu 17 Sep 2022 04:27 WIB

Petrokimia Gresik Tanam Mangrove di Pesisir Pantai Utara

Petrokimia Gresik juga memberikan seribu bibit mangrove untuk tiap desa yang terlibat

Petrokimia Gresik menanam puluhan ribu mangrove di pesisir pantai utara yang ada di sekitar perusahaan, di Gresik, Jawa Timur, Jumat (16/9/2022).
Foto: istimewa
Petrokimia Gresik menanam puluhan ribu mangrove di pesisir pantai utara yang ada di sekitar perusahaan, di Gresik, Jawa Timur, Jumat (16/9/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK--Petrokimia Gresik menanam puluhan ribu mangrove di pesisir pantai utara yang ada di sekitar perusahaan, di Gresik, Jawa Timur, Jumat (16/9/2022). Direktur Operasi dan Produksi Petrokimia Gresik, Digna Jatiningsih menuturkan, penanaman mangrove sebagai upaya mendukung target pemerintah mewujudkan Net-Zero Emissions.

Kegiatan bertajuk “Minimize Emission, Go Green, Save Our Earth” ini bertujuan untuk meminimalisasi emisi dari sisa kegiatan usaha di lingkungan perusahaan. “Pemerintah menargetkan awal penurunan emisi gas rumah kaca pada tahun 2030 mencapai 29 persen. Melalui kegiatan ini kami berupaya mempercepat pencapaian target tersebut,” ujar Digna dalam keterangan, Jumat (16/9/2022).

Baca Juga

Sebagai informasi, mangrove merupakan ekosistem esensial yang menjadi salah satu parameter ekosistem Blue Carbon, karena mangrove berperan memanfaatkan CO2 untuk  fotosintesis dan menyimpannya dalam stok biomass dan sedimen.

“Hutan mangrove bahkan mampu menyimpan karbon (carbon sinks) sebanyak 4-5 kali lebih banyak dari pada hutan tropis daratan. Sehingga mangrove dapat memberikan kontribusi besar dalam penyerapan emisi karbon sebagai aksi pencegahan climate change,” tegas Digna.

Lebih lanjut Digna mengaku, kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat sekitar perusahaan dari Desa Roomo, Kelurahan Lumpur dan Kelurahan Kroman. Hal ini bertujuan untuk menggugah komitmen bersama dalam menjaga apa yang telah diinisiasi perusahaan hari ini agar dapat berjalan berkelanjutan.

Seperti diketahui, selain berfungsi menyerap emisi karbon, mangrove juga mampu mengurangi abrasi pantai, menjaga kualitas air pesisir, konservasi keanekaragaman hayati dan menyediakan bahan-bahan alami penting yang mendukung sektor perikanan. Sehingga, dengan adanya hutan mangrove ini diharapkan mampu mendukung sumber mata pencaharian masyarakat pesisir pantai sekitar perusahaan.

“Kami yakin perubahan besar selalu diawali dari langkah kecil, semoga kegiatan ini dapat menginspirasi sehingga mampu meningkatkan kesadaran karyawan Petrokimia Gresik maupun masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Digna.

Tidak hanya melakukan penanaman, dalam kegiatan yang dihadiri Kepala KSOP Kelas II Kabupaten Gresik dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik ini, perusahaan juga memberikan bantuan sebanyak 1.000 bibit mangrove untuk masing-masing desa/kelurahan yang terlibat.

Kegiatan tanam mangrove ini bukan yang pertama kalinya digelar Petrokimia Gresik. Sebelumnya, Srikandi Petrokimia Gresik juga melakukan penanaman mangrove di Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare di Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik pada momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia beberapa waktu lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement