Jumat 16 Sep 2022 16:24 WIB

Kabar Baik, Bukti Ilmiah Terbaru Ungkap Makan Malam tak Bikin Gemuk!

Studi terbaru mematahkan klaim terdahulu yang menyebut makan malam bikin gemuk.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Reiny Dwinanda
Makan malam (ilustrasi). Menurut studi terbaru, makan malam dalam porsi besar tidak berpengaruh pada metabolisme dan penurunan berat badan.
Foto: www.freepik.com
Makan malam (ilustrasi). Menurut studi terbaru, makan malam dalam porsi besar tidak berpengaruh pada metabolisme dan penurunan berat badan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makan di malam hari kerap dicap jadi biang kerok penambahan berat badan. Sebuah studi baru membantah anggapan tersebut, dengan membuktikan bahwa makan di malam hari tidak berdampak pada bobot seseorang.

Teori yang selama ini berkembang menyebutkan bahwa makan di malam hari bertentangan dengan ritme sirkadian tubuh. Pasalnya, waktu malam lazimnya dialokasikan untuk beristirahat, bukan untuk makan.

Baca Juga

Jam sirkadian tubuh mengatur ritme harian sebagian besar fungsi biologis, termasuk metabolisme. Dengan landasan itu, makan disarankan dilakukan pada waktu yang tepat sebab akan berimbas pada berat badan.

Ada dua studi terbitan 2013 yang menyoroti soal itu. Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak kalori di pagi hari dan lebih sedikit kalori di malam hari membantu menurunkan berat badan.

Namun, temuan tersebut disanggah oleh sebuah penelitian terkini. Menurut studi terbaru, sarapan atau makan malam dalam porsi besar tidak berpengaruh pada metabolisme dan penurunan berat badan.

Para pakar dari Universitas Aberdeen dan Surrey di Britania Raya meluncurkan studi terkontrol pada sejumlah orang sehat yang punya kelebihan berat badan. Peserta menjalani pengaturan pola makan tertentu.

Selama empat pekan, para peserta menjalani dua kali diet berbeda. Pertama, menyantap sarapan dalam porsi besar dan makan malam porsi kecil. Kedua, sarapan dengan porsi kecil tetapi porsi besar pada makan malam.

Tim memantau metabolisme mereka dan berapa banyak kalori yang dibakar dipantau. Prediksi para peneliti, diet sarapan besar dan makan malam porsi kecil akan meningkatkan pembakaran kalori dan penurunan berat badan.

Ternyata, sama sekali tidak ada perbedaan dalam berat badan atau berapa banyak kalori yang dibakar tubuh saat istirahat. Bahkan, pada pengaturan diet yang porsinya lebih banyak di malam hari.

"Tidak ada perbedaan kadar glukosa darah, insulin, atau lipid harian. Ini penting karena perubahan faktor-faktor ini dalam darah terkait dengan kesehatan metabolisme," ujar para peneliti.

Mereka sampai pada kesimpulan bahwa cara tubuh memproses kalori di pagi hari atau malam hari tidak memengaruhi penurunan atau kenaikan berat badan. Itu sekaligus menyanggah hasil laporan penelitian sebelumnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement