Friday, 5 Rajab 1444 / 27 January 2023

Rhenald Kasali: Generasi Muda Masa Kini Cakap tapi Mentalnya Rapuh

Jumat 16 Sep 2022 06:31 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Rhenald Kasali

Rhenald Kasali

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Ada 10 kata tersebut terkadang menjadi permasalahan di kalangan anak muda.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Guru besar bidang manajemen di Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali menyebut generasi muda saat ini memiliki kecakapan. Namun disayangkan mentalnya rapuh. Sebab itu, dia mendorong mahasiswa untuk tidak menjadi generasi stroberi yang toxic

Rhenald juga menyebutkan sepuluh kata toxic yang seringkali digunakan anak-anak muda sebagai alasan. Ada kata cuan, passion, insecurity, quarter life crisis, hustle culture hingga toxic work place. Selain itu, ada passive income, financial freedom, smart work dan priviledge.

Baca Juga

Menurut Rhenald, 10 kata tersebut terkadang menjadi permasalahan di kalangan anak muda. Saat berada di usia belasan dan 20 tahunan, mereka dinilai belum waktunya untuk financial freedom atau passive income. Begitu pula dengan passion yang seringkali malah menjadi penghalang.

Di samping itu, generasi muda juga tidak perlu insecure karena masa depan mereka masih panjang. "Selama saudara bekerja keras dan berani mengambil tantangan, maka saya yakin saudara akan menjadi manusia yang sukses dan berhasil di masa depan,” katanya saat saat memberikan motivasi pada 7.500 mahasiswa dalam Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (15/9/2022).

fnMw8rlitF0

Pada kesempatan tersebut, juga hadir secara Ketua PP Muhammadiyah Profesor Haedar Nashir untuk menutup Pesmaba 2022 UMM. Ia menilai Pesmaba merupakan suatu titik awal bagi mahasiswa baru untuk secara resmi bergabung dengan keluarga besar UMM. Ia juga berpesan untuk menguatkan tekad dan niat selama menimba ilmu di Kampus Putih. 

Menurut dia, dua hal tersebut menjadi modal awal untuk sukses di bangku perkuliahan. Kemudian perlu menjadikan kampus tempat  menjadi insan cendikia. Para mahasiswa juga harus memiliki tradisi besar layaknya orang-orang yang bermartabat. 

"Terakhir, jadikanlah UMM sebagai tempat belajar Islam berkemajuan agar menjadi seorang muslim yang moderat," kata Haedar.

Ia juga mendorong maba UMM agar mampu menjadi aktor-aktor pembangunan di manapun berada. Kemudian menjadi insan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan semesta. Dia yakin UMM akan menjadi taman pendidikan yang tepat untuk mengembangkan ilmu peradaban.

Sementara itu, Rektor UMM Fauzan, mengatakan,buntuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik, UMM selalu mengundang tokoh-tokoh ternama. Pada kesempatan kali ini Profesor Rhenal Kasali dihadirkan di tengah-tengah mahasiswa baru dengan tekad dan semangat dalam mengusung pemikiran masa depan. Diharapkan dengan kedatangannya dapat membawa manfaat pada mahasiswa Kampus Putih.

Menurut dia, pemikiran dan tekad yang dibawa Rhenal Kasali sama seperti misi yang sedang dikembangkan UMM. Dengan membangun Center for Future of Work (CFW), UMM mencoba untuk menjawab problematika dan permasalahan SDM di masa depan. "Semoga apa yang kita kerjakan ini dapat memberikan semangat dan manfaat kepada bangsa," kata dia menambahkan.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA