Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Kunjungi Shiddiqiyah, Menko PMK Sampaikan Salam Presiden dan Minta Percaya Pengadilan   

Kamis 15 Sep 2022 21:54 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Nashih Nashrullah

Polisi berjaga di depan gerbang Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso saat proses upaya penangkapan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022) lalu (ilustrasi). Menko PMK kunjungi Ponpes Shiddiqiyah Jombang pastikan proses belajar mengajar

Polisi berjaga di depan gerbang Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Ploso saat proses upaya penangkapan Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (7/7/2022) lalu (ilustrasi). Menko PMK kunjungi Ponpes Shiddiqiyah Jombang pastikan proses belajar mengajar

Foto: ANTARA/Syaiful Arif
Menko PMK kunjungi Ponpes Shiddiqiyah Jombang pastikan proses belajar mengajar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy baru saja berkunjung ke Pondok Pesantren Majma 'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah atau lebih dikenal sebagai Ponpes Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur pada Senin (12/9/2022). 

Kunjungannya tersebut bertujuan untuk mengecek keberlangsungan proses belajar mengajar di Ponpes Shiddiqiyyah setelah izin operasional ponpes dikembalikan.

Baca Juga

Seperti diketahui, izin ponpes tersebut sempat dicabut. Kemudian Presiden RI Joko Widodo secara khusus memberikan arahan kepada Kementerian agama untuk mengembalikan izin operasional.

"Kehadiran saya di sini mengecek proses belajar mengajar di Ponpes. Alhamdulillah sudah lancar, dan proses kegiatan belajar mengajarnya juga sudah baik seperti sedia kala," ujar Menko PMK dalam keterangan tertulis, Kamis (15/9/2022).

Dalam kunjungannya, Menko PMK disambut sesepuh sekaligus Pimpinan Ponpes Kiai Muchtar Muth’i yang sudah berusia 94 tahun bersama para pengasuh ponpes.

Dia juga diajak mengelilingi area ponpes seluas 5 hektare itu. Dia menyaksikan banyak monumen kebangsaan di ponpes yang memiliki konsep cinta Tanah Air ini, seperti Monumen Hari Santri, Monumen Proklamasi, dan Monumen Pembukaan UUD 1945, serta Monumen Garuda Pancasila. Dia pun mengapresiasi keberadaan monumen yang mencirikan semangat nasionalisme

Muhadjir juga berbincang dengan Kiai Muchtar seputar perkembangan belajar dan mengajar di ponpes. Kiai Muchtar mengaturkan terima kasih atas perhatian besar Menko PMK.

Menko PMK dalam kesempatan itu juga menyampaikan salam dari Presiden RI Joko Widodo kepada Kiai Muchtar.

Menurut Menko Muhadjir, Presiden Joko Widodo memang sangat memberikan perhatian khusus pada keberlangsungan ponpes di seluruh Indonesia. "Hal itu terbukti dengan dicanangkan Hari Santri, serta adanya UU Pesantren," ujarnya.

Dengan jumlah santri yang mencapai 1.500 orang dan ribuan alumni yang tersebar di seluruh Indonesia, Ponpes Shiddiqiyyah telah banyak menebar manfaat.

"Keberadaan Ponpes Shiddiqiyyah ini sangat penting. Ponpes ini memiliki sejarah panjang, dan ribuan alumni yang sukses ikut serta dalam pembangunan Indonesia," ujar mantan Mendikbud ini.

Tentang kasus dakwaan pelecehan seksual terhadap Mas Bechi, putra Kiai Muchtar, menurut Menko PMK harus mempercayakan kepada pengadilan untuk menyelesaikan. Saat ini, prosesnya sedang berlangsung di PN Jombang. Kasus ini tidak boleh mengganggu hak para santri yang sedang belajar serta operasional ponpes.

Dia juga meminta setiap peristiwa diambil hikmahnya dan pembelajaran supaya pengembangan ke depan bisa lebih baik.  

"Saya terus memantau kasus hukum ini, aparat berwenang telah melakukan tugasnya. Dan para santriwati yang menjadi korban juga sudah dilindungi dan dipantau oleh Kementerian PPPA, sesuai amanah perundang-undangan. Semoga segera tuntas dengan adil," jelasnya.    

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA