Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

PT PP Bukukan Kontrak Baru Rp 15,78 Triliun

Kamis 15 Sep 2022 13:20 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

PTPP

PTPP

Foto: Istimewa
Sebesar 28 persen dari total kontrak baru tersebut berasal dari anak usaha.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2022 unaudited, PT PP (Persero) berhasil membukukan kontrak baru Rp 15,78 triliun. Direktur Utama PT PP Novel Arsyad mengatakan, pencapaian kontrak baru tersebut terdiri atas kontrak baru induk perusahaan sebesar 72 persen dan anak usaha 28 persen.

"Kinerja pemasaran kontrak baru berdasarkan pemberi kerja untuk 2022 ini BUMN menyumbang sekitar 65 persen dan pemerintah 30 persen, serta swasta 5 persen sampai Agustus 2022," kata Novel dalam konferensi video Public Expose Live 2022, Kamis (15/9/2022).

Baca Juga

Novel memproyeksikan pada akhir 2022, proyek yang ditangani PT PP dari pemerintah mengalami pertumbuhan. Novel menargetkan, proyek yang digarap PT PP dari pemerintah meningkat dari 30 persen menjadi sekitar 44 persen.

"Ini kita proyeksikan dari proyek yang sudah berproses baik dari Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Investasi yang akan menunjang proyek pemerintah. kemudian dari BUMN jadi 48 sampai 50 persen menyumbang proyek baru," jelas Novel.

Beberapa proyek yang berhasil diraih PT PP sampai Agustus 2022 yakni pembangunan proyek Terminal Kalibaru Tahap 1B Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp 3,83 triliun, pekerjaan Pipeline Semarang-Batang Rp 1,060 triliun, dan pembangunan Pertamedika Sanur Bali sebesar Rp 621 miliar.

Begitu juga pembangunan RS Dharmais sebesar Rp 427 miliar, WUR Pertamina Hulu Rokan sebesar Rp 421 miliar, pekerjaan pembangunan Simpang Susun Jalan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp 341 miliar, Landmark BSI Aceh sebesar Rp 296 miliar, dan proyek Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sebesar Rp 207 miliar.

"Perolehan kontrak baru berdasarkan lini bisnis yaitu konstruksi sebesar 64 persen, jalan dan jembatan 24 persen, gedung 27 persen, EPC delapan persen, dan anak usaha 28 persen," ungkap Novel.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA