Kamis 15 Sep 2022 04:32 WIB

Penganiayaan Tiga Mahasiswa di Kampus UIN, Polisi: Pelaku Tersamar Identitasnya

Polisi sudah memeriksa empat saksi, tetapi belum bisa menunjukkan pelakunya.

Polrestabes Bandung menyelidiki kasus penganiayaan terhadap tiga mahasiswa yang diduga terjadi di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.
Foto: Foto : MgRol_92
Polrestabes Bandung menyelidiki kasus penganiayaan terhadap tiga mahasiswa yang diduga terjadi di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polrestabes Bandung menyelidiki kasus penganiayaan terhadap tiga mahasiswa yang diduga terjadi di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Polrestabes Bandung masih melakukan pencarian terhadap pelaku.

Kapolsek Panyileukan Kompol Dadang Cahyadiawan mengatakan, sejauh ini, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi. "Saksi-saki sudah diperiksa 4 orang, sampai saat ini masih memanggil saksi karena pelaku masih tersamar identitasnya," kata Dadang di Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/9/2022).

Baca Juga

Menurut Dadang, tiga orang korban itu merupakan mahasiswa dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi berinisial M, H, dan L. Dari pemeriksaan, menurutnya, mereka mengalami luka memar di wajah, kepala, dan bahu.

Peristiwa itu diduga terjadi pada Selasa (30/9) malam hari. Lokasi penganiayaan itu diduga tidak jauh dari tempat parkir Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung.

Aksi penganiayaan itu pun terekam dalam video berdurasi 21 detik yang beredar di media sosial. Pada video tersebut, tampak ada seseorang yang memukuli sejumlah mahasiswa.

"Jadi tanggal 30 kejadiannya, baru tanggal 1 September korban bikin laporan," kata Dadang.

Dadang menyatakan, proses hukum tetap dijalankan guna menetapkan tersangka atas kasus penganiayaan tersebut. Kepolisian masih memperdalam keterangan para saksi.

Dia mengatakan, penyidik bakal memanggil petugas keamanan yang ada di UIN Bandung. Menurutnya, petugas keamanan diduga mengetahui pelaku penganiayaan terhadap sejumlah mahasiswa tersebut.

"Dari keterangan, saksi-saksi belum bisa menunjukkan siapa-siapa tersangkanya," kata Dadang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement