Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin B12 dari Sisi Psikologis

Rabu 14 Sep 2022 15:41 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti

Tanda kekurangan vitamin B12 dari sisi psikologis. (ilustrasi)

Tanda kekurangan vitamin B12 dari sisi psikologis. (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com
Defisiensi B12 dapat menyebabkan hampir semua gejala kejiwaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Studi menunjukkan, sekitar 15 persen orang kekurangan B12, dan hampir 40 persen berada di ambang batas. Kekurangan B12 lebih sering terjadi pada orang tua, memengaruhi sekitar satu dari 10 orang berusia 75 tahun atau lebih, serta satu dari 20 orang berusia 65 hingga 74 tahun.

Vegetarian dan vegan juga berisiko khusus kekurangan vitamin B12, karena kelompok ini tak mengonsumsi daging, telur, dan produk susu. Kekurangan vitamin B12 sering menjadi akar penyebab masalah neurologis, psikiatri dan kognitif, juga dapat membuat seseorang berisiko mengalami depresi dan kecemasan.

Baca Juga

Beberapa manfaat psikologis dari meningkatkan kadar B12 Anda termasuk menenangkan stres dan kecemasan untuk menyeimbangkan suasana hati, kesejahteraan psikologis, membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan saraf yang normal, serta meningkatkan komunikasi antarsel saraf. B12 juga membantu mempromosikan fungsi adrenal yang stabil, memberikan energi emosional dan mentak, membantu dengan kemampuan berkonsentrasi, dan memperkuat fungsi memori.

Satu makalah penelitian yang diterbitkan di Psychiatry Online melihat bagaimana vitamin B12 dapat memiliki efek besar pada suasana hati seseorang secara keseluruhan. Tanda psikiatri dari kekurangan vitamin B12 dapat mencakup depresi, apatis, lekas marah, demensia, katatonia, delirium, dan halusinasi.

“Tingkat vitamin B12 yang lebih tinggi dianggap terkait dengan hasil yang lebih baik dalam depresi,” demikian menurut penulis studi seperti dilansir laman Mirror, Rabu (14/9/2022).

Penelitian ini juga menghubungkan pasien yang menderita gangguan bipolar dan kekurangan vitamin B12. Karenanya, studi itu semakin mempertegas peran penting vitamin B12 pada pasien dengan penyakit kejiwaan.

Hubungan efek samping psikologis dan rendahnya kadar vitamin B12 juga dihipotesiskan, karena vitamin tersebut memainkan peran penting dalam memproduksi bahan kimia otak. Ini sangat penting dalam hal efek suasana hati dan fungsi otak lainnya.

"Defisiensi B12 dapat menyebabkan hampir semua gejala kejiwaan, mulai dari kecemasan, dan panik hingga depresi dan halusinasi. Ini karena kekurangan B12 memicu gejala pada sistem saraf dan sel darah merah,” kata profesor klinis psikiatri, dr Robert Hedaya.

Lalu bagaimana pengobatan untuk defisiensi B12? Layanan kesehatan nasional Inggris (NHS) menyatakan bahwa perawatan akan tergantung pada apakah penyebab kekurangan vitamin B12. Entah itu karena diet, atau apakah kekurangan B12 menyebabkan masalah neurologis, seperti masalah dengan pemikiran, ingatan, dan perilaku.

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA