Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

PWNU DKI Ingatkan Eko Kunthadi, Setop Serang Karakter Orang

Rabu 14 Sep 2022 13:44 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Indira Rezkisari

Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz menjadi bahan olok-olokan di media sosial pascadikomentari oleh Eko Kuntadhi.

Imaz Fatimatuz Zahra atau yang akrab disapa Ning Imaz menjadi bahan olok-olokan di media sosial pascadikomentari oleh Eko Kuntadhi.

Foto: nu.or.id
Tindakan Eko Kuntadhi dinilai lebih banyak membawa mudharat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta, Yusuf Mansur, ikut mengkritisi apa yang dilakukan penggiat sosial media Eko Kuntadhi yang membuat video cemoohan kepada Ning Imaz, seorang ustazah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Menurut Yusuf Mansur kebiasaan buzzer yang menyerang orang seperti ini harus disetop.

Tindakan Eko Kuntadhi dinilai lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaat kepada masyarakat luas. Apalagi serangan-serangan yang dibuat tidak berdasarkan fakta, hanya informasi fitnah semata.

Baca Juga

"Seperti ini harus disetop. Kadang berdasarkan data sosmed belaka. Dan kasian. Sebab, jadi kayak karakter nyerang orang jadinya," kata Yusuf Mansur kepada wartawan, Rabu (14/9/2022).

Yusuf Mansur mengingatkan kepada Eko Kuntadhi, biarlah ini menjadi pelajaran. Jadikan ini hukuman tersendiri. Karena cemoohan dan ejekan itu juga berbalik. Dan akhirnya Allah menggunakan hal itu untuk menguji kesabaran seseorang, dan dijadikan alat untuk jadi sarana pengampunan dan pembersihan dosa.

"Jangan menggunakan sosmed untuk meledek, menghina, mengata-ngatai seseorang. Pendidikan apa yang mau diberikan oleh Pak Eko Kuntadhi kepada bangsa Indonesia. Semoga ini bisa mengajarkan, dan mencontohkan kebaikan," tegas Yusuf Mansur.

Kepada Ning Imaz, Yusuf Mansur mengapresiasi sikap beliau yang tetep menunjukkan akhlak seorang yang beragama. "Memaafkan, mengampuni, mengasihi. Tetap tenang, tidak marah, maklumi, dan malah mendoakan dan terus berprasangka baik, seraya bersabar," imbuhnya.

Ustadzah Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra menjadi korban penghinaan dan pelecehan di linimasa Twitter. Ning Imaz, sapaan akrabnya, menjadi bahan olok-olok dan pelecehan seksual ketika videonya tentang ceramah kehidupan di surga dikomentari pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadhi @_ekokuntadhi.

Dalam statusnya, Eko mengunggah video berjudul 'Tolol tingkat kadal. Hidup kok cuma mimpi selangkangan' dalam video tausiyah Ning Imaz. Unggahan Eko mendapat reaksi keras dari warganet, terutama kader Nahdliyin. Bahkan suami Ning Imaz meminta ada itikad baik dari Eko Kuntadhi meminta maaf secara langsung kepada dia dan istrinya.

Setelah mendapat teguran dari akun Nadirsyah Hosen @na_dirs alias Gus Nadir, Eko pun langsung menghapus status tersebut. "Yang Anda posting itu video Ning Imaz dari Ponpes Lirboyo, istri dari Gus Rifqil Moeslim. Beda pendapat hal biasa, tapi nggak usah melabeli dengan kata tolol. Posting saja video aslinya. Bukan yang sudah ditambahi kata-kata tolol. Belajarlah untuk santun dalam perbedaan," tulis Gus Nadir di akun Twitter-nya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA