Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Pemimpin Militer Burkina Faso Ambil Alih Jabatan Pertahanan

Selasa 13 Sep 2022 10:14 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Pemandangan udara kota Djibo, di utara Burkina Faso pada 18 Februari 2021. Sebuah bom pinggir jalan yang diduga milik jihadis menghantam konvoi pasokan yang melaju antara kota Bourzanga dan Djibo di Burkina Faso utara pada Senin, 5 September 2022, menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai puluhan lainnya, menurut pernyataan gubernur daerah pada hari Selasa.

Pemandangan udara kota Djibo, di utara Burkina Faso pada 18 Februari 2021. Sebuah bom pinggir jalan yang diduga milik jihadis menghantam konvoi pasokan yang melaju antara kota Bourzanga dan Djibo di Burkina Faso utara pada Senin, 5 September 2022, menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai puluhan lainnya, menurut pernyataan gubernur daerah pada hari Selasa.

Foto: AP Photo/Sam Mednick
Burkina Faso kesulitan dengan pemberontakan kelompok radikal Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, OUAGADOUGOU -- Pemimpin pemerintah militer Burkina Faso Kolonel Paul-Henri Damida mengambil alih jabatan pertahanan dalam reshuffle kabinet. Negara Afrika Barat itu kesulitan dengan pemberontakan kelompok radikal Islam.

Pernyataan yang disiarkan di stasiun televisi pada Selasa (13/9/2022) tidak mengungkapkan alasan reshuffle kabinet.

Baca Juga

Damida merebut kekuasaan pada bulan Januari lalu dengan alasan pemerintah sebelumnya tidak mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi negara itu. Termasuk pemberontak yang telah menewaskan ribuan orang dan memaksa lebih dari 2 juta orang mengungsi termasuk ke negara tetangga seperti Mali dan Niger.

Sejak kudeta serangan para milisi yang memiliki koneksi dengan ISIS dan al-Qaeda itu tidak mereda. Setidaknya 35 warga sipil tewas dan 37 orang lainnya terluka saat sebuah konvoi mobil meledak oleh bom rakitan.

Pada Senin (12/9/2022) pagi angkatan bersenjata mengatakan dua tentara tewas dan sekitar satu lusin lainnya terluka dalam serangan ke sebuah unit militer di utara Burkina Faso dekat perbatasan Mali. Mereka menambahkan sekitar satu lusin pelaku serangan tewas dalam peristiwa itu. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA