Selasa 13 Sep 2022 07:28 WIB

Lopez Obrador Sambut Baik Penyelesaian Perselisihan Kebijakan Energi

Lopez Obrador menilai kebijakan energinya merupakan persoalan kedaulatan nasional.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menuliskan catatan perdamaian dalam perselisihan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai kebijakan energi Meksiko.
Foto: AP Photo/Moises Castillo
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menuliskan catatan perdamaian dalam perselisihan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai kebijakan energi Meksiko.

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menuliskan catatan perdamaian dalam perselisihan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai kebijakan energi Meksiko. Ia mengatakan Washington telah mengadopsi "nada yang berbeda" dan menghormati posisinya.

Hal ini ia sampaikan di hari yang sama ketika Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan pejabat-pejabat pemerintah Meksiko dalam forum Dialog Ekonomi Tingkat Tinggi (HLED) di Mexico City. Pada Juli lalu perwakilan AS menuntut pembicaraan untuk menyelesaikan perselisihan.

Baca Juga

Menurut AS langkah Lopez Obrador semakin mempererat cengkraman negara pada pasar energi tidak adil pada perusahaan-perusahaan AS. Selain itu tampaknya melanggar perjanjian perdagangan kawasan.

Lopez Obrador yang mengatakan kebijakan energinya merupakan persoalan kedaulatan nasional, saat itu meresponsnya dengan keras. Dalam parade militer hari kemerdekaan Meksiko ia mengatakan akan mempertahankan posisi Meksiko.

Namun pada Senin (11/9/2022) ia mengatakan tidak akan lagi menyinggung perselisihan energi dalam pidato hari kemerdekaan pada Jumat (16/9/2022) mendatang. Karena Presiden AS Joe Biden telah menanggapi kekhawatirannya dengan positif.

"Ini nada yang berbeda, ini sikap yang menghormati, ini adalah penegasan menghormati kedaulatan nasional kami," kata Lopez Obrador pada konferensi pers saat membahas surat yang ia terima dari Biden.

Keluhan kebijakan energi AS yang segera diikuti Kanada merupakan perselihan terbesar dalam Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA) sejak perjanjian dagang Amerika Utara berlaku pada 2020. Pengamat mengatakan bila tidak diselesaikan maka dapat mengarah pada tarif yang besar dan berat pada Meksiko.

Di Twitter, Lopez Obrador mengatakan telah menggelar pertemuan "produktif dan bersahabat" dengan Blinken dan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo.

"(Blinken dan Presiden Meksiko) membicarakan tentang upaya bersama mengatasi krisis perubahan iklim melalui investasi pada energi bersih dan teknologi seperti kendaraan listrik, teknologi surya, dan semikonduktor," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

Dalam konferensi pers, Raimondo mengatakan AS dan Meksiko telah mengidentifikasi bidang untuk melakukan kolaborasi pada rantai pasokan. Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan Meksiko telah diundang untuk berpartisipasi menguatkan produksi semikonduktor dan elektromobilitas di Amerika Utara.  

Ia tidak mengungkapkan detail mengenai kebijakan energi. Pekan lalu Ebrard mengatakan perselisihan energi tidak masuk agenda HLED. Tetapi pembicaraan telah dilakukan selama berminggu-minggu dan dapat digelar dalam pertemuan sela. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement