Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Sandiaga: 3.000 Wisman Datangi Indonesia untuk Digital Nomad

Senin 12 Sep 2022 20:34 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wisatawan yang mengendarai sepeda motor melintas di dekat monumen G20. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mencatat setidaknya ada 3.017 wisatawan mancanegara (wisman) yang mendatangi Indonesia sebagai destinasi digital nomad selama Januari-Agustus 2022.

Wisatawan yang mengendarai sepeda motor melintas di dekat monumen G20. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mencatat setidaknya ada 3.017 wisatawan mancanegara (wisman) yang mendatangi Indonesia sebagai destinasi digital nomad selama Januari-Agustus 2022.

Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Top 3 wisman digital nomad yang datangi Indonesia berasal dari Rusia, AS dan Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mencatat setidaknya ada 3.017 wisatawan mancanegara (wisman) yang mendatangi Indonesia sebagai destinasi digital nomad selama Januari-Agustus 2022.

Bali menjadi destinasi terfavorit bagi para turis. Digital nomad adalah kegiatan seorang turis yang bekerja dari jarak jauh.

Mereka umumnya bekerja lepas dan terus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Pekerjaan mereka tetap dapat dikontrol dengan bantuan telekomunikasi.

"Top tiga wisman yang gunakan wisata untuk digital nomad dari kebangsaan Rusia, Amerika Serikat, dan Inggris," kata Sandiaga dalam konferensi pers, Senin (12/9/2022).

Ia memaparkan, berdasarkan kajian Kemenparekraf, wilayah Canggu, Jimbaran, dan Uluwatu di Bali menjadi destinasi yang paling dipilih para turis asing. Adapun para turis yang mendatangi tiga destinasi itu kebanyakan dari Rusia, Inggris, Jerman, Ukrainam Kazakhstan, dan Uzbekistan.

Para turis itu terfasilitasi oleh visa tujuan sosial budaya B211 yang dapat digunakan oleh seluruh negara. Visa itu berlaku selama 60 hari atau dua bulan dan bisa diperpanjang hingga 180 hari atau 6 bulan. Fasilitas visa itu, kata Sandiaga, menjadi daya tarik sendiri untuk melakukan digital nomad di Indonesia.

Namun, ia mengingatkan, bagi para turis yang juga memiliki pekerjaan di Indonesia, harus meningkatkan status izinnya dengan mengurus Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS) yang diterbitkan dari kantor imigrasi setempat.

Sandiaga mengatakan, pihaknya akan mengunjungi sejumlah negara untuk mempromosikan Indonesia agar menjadi pilihan bagi para wisatawan berkualitas melakukan digital nomad.

"Saya akan ke Singapura, Malaysia, dan Eropa dalam beberapa bulan ke depan untuk menemui para calon digital nomad yang akan melakukan kunjungan," katanya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA