Senin 12 Sep 2022 19:13 WIB

Kremlin Yakin Rusia akan Capai Tujuannya di Ukraina

Putin belum mengerahkan pasukan cadangan Rusia ke Ukraina.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Sebuah gedung apartemen meledak setelah tank tentara Rusia menembak di Mariupol, Ukraina, 11 Maret 2022. Kremlin mengatakan Rusia akan mencapai tujuan militernya di Ukraina.
Foto: AP Photo/Evgeniy Maloletka
Sebuah gedung apartemen meledak setelah tank tentara Rusia menembak di Mariupol, Ukraina, 11 Maret 2022. Kremlin mengatakan Rusia akan mencapai tujuan militernya di Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kremlin mengatakan Rusia akan mencapai tujuan militernya di Ukraina. Respons pertama Moskow mengenai keberhasilan pasukan Ukraina merebut kembali beberapa wilayah di medan perang.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menolak menjawab secara langsung ketika ditanya apakah Presiden Vladimir Putin percaya dengan pemimpin militernya. Ia menjawab "operasi militer khusus" akan dilanjutkan sampai mencapai tujuannya.

Baca Juga

"Operasi militer berlanjut dan akan berlanjut sampai tujuan yang telah ditetapkan sejak tercapai," kata Peskov, Senin (12/9/2022).

"Tentu, setiap aksi militer yang mereka laksanakan sebagai bagian dari operasi khusus dilaporkan pada Panglima Tertinggi," tambah Peskov merujuk Putin.

"Presiden berkomunikasi sepanjang waktu dengan Menteri Pertahanan dan semua komandan militer, tidak bisa sebaliknya selama operasi militer khusus," katanya.

Pernyataan ini merupakan respons pertama Kremlin mengenai serangan balik Ukraina pekan lalu. Kiev mengatakan mereka telah merebut kembali sekitar 3.000 kilometer persegi wilayahnya dalam beberapa hari.

Peskov ditanya apakah Putin akan memerintahkan mobilisasi umum untuk merespons serangan balik Ukraina. Ia merujuk Kementerian Pertahanan untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Sejauh ini Putin belum mengerahkan pasukan cadangan Rusia yang berjumlah sekitar 2 juta orang dalam lima tahun terakhir. Peskov juga mengatakan Rusia tidak melihat prospek perundingan damai dengan Ukraina atau pembicaraan semacamnya.

Ia mengatakan tidak ada pembicaraan tentang kemungkinan zona demiliterisasi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia. Salah satu rekomendasi Badan Energi Atom Internasional usai berkunjung ke PLTN terbesar di Eropa tersebut pada bulan ini.

Keberhasilan Ukraina di wilayah Kharkiv merupakan kekalahan terbesar Moskow sejak mundur dari Ibukota Kiev dan sekitar bulan April lalu. Ukraina merebut pusat logistik Rusia yang digunakan untuk memasok pasukan di timur Ukraina.

Moskow hampir bungkam sama sekali mengenai kemundurannya ini. Memicu kemarahan pengamat pro perang dan nasionalis Rusia di media sosial.

Pasukan Rusia meninggal satu kota penting untuk invasinya di Ukraina pada Sabtu (10/9/2022) lalu. Ketika Putin sedang membuka komedi putar terbesar di Eropa di Moskow Park, sementara kembang api memeriahkan langit Red Square untuk memperingati berdirinya kota itu pada tahun 1147.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement