Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Sekjen PPP tak Hadir dalam Acara Penyerahan SK ke KPU, Ini Kata Mardiono

Senin 12 Sep 2022 18:19 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono bersama pengurus DPP lainnya menemui Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung KPU, Jakarta, Senin (12/9) siang.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono bersama pengurus DPP lainnya menemui Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Gedung KPU, Jakarta, Senin (12/9) siang.

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Mardiono mengklaim tidak ada perpecahan di DPP PPP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono mengatakan masih tetap mempertahankan posisi Arwani Thomafi sebagai Sekretaris Jenderal PPP. Mardiono juga menegaskan ketidakhadiran Arwani Thomafi dalam pertemuan DPP PPP dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) bukan karena telah adanya pergantian kepengurusan

"Belum terpikir itu, kalau tidak ada (Sekjen) tadi mungkin kalau nggak salah dalam perjalanan tapi karena terhambat sesuatu jadi tidak menyusul kami semua," kata Mardiono usai pertemuan di Gedung KPU, Jakarta, Senin (12/9).

Baca Juga

Mardiono juga kembali menegaskan jika tidak ada perpecahan di internal PPP setelah adanya pergantian ketua umum. Dia mengklaim jajaran PPP mulai dari tingkat pusat hingga bawah tetap solid.

"Mungkin narasi seolah PPP mengalami perpecahan, insyaallah itu tidak ada di PPP, tidak ada perpecahan semua kompak solid," kata dia.  

Mardiono menjelaskan agenda pertemuan dengan KPU hari ini adalah menyerahkan SK kepengurusan PPP yang baru usai dirinya disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) sebagai pelaksana tugas (Plt) ketua umum DPP PPP pada periode 2020-2025 per 9 September 2022 lalu. Dia juga menegaskan tidak ada perubahan kepengurusan selain posisi ketua umum dari Suharso kepada dirinya.

"Dari kesemuanya itu tidak ada perubahan yang berubah hanya satu yaitu ketua umum yang semula dijabat oleh beliau Bapak Suharso Monoarfa dan saat ini diamanatkan pada saya Muhammad Mardiono," kata Mardino.

Karena itu, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini mengatakan, belum ada rencana DPP melakukan perubahan pergantian kepengurusan.

"Tapi belum ada pemikiran untuk perubahan. Tapi kami sedang dituntut untuk bekerja cepat tahapan pertama mulai proses pendaftaran," katanya.

Sebab, partai berlambang Ka'bah itu, kata dia, sedang fokus untuk persiapan Pemilu 2024.

"Setelah selesai kami lakukan pemanasan mesin politik kita agar nanti untuk menghadapi tahun 2024 ini doakan teman teman media semua PPP menjadi peraih kursi yang lebih baik," katanya.

 

photo
Empat Tantangan Partai Islam - (infografis republika)
 

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA