Senin 12 Sep 2022 07:19 WIB

Rusia Serang Infrastruktur Energi Ukraina, Pasokan Listrik Beberapa Kota Mati

Sejumlah kota dan pemukiman tanpa listrik, Rusia menyerang infrastruktur energi

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Rusia menyerang infrastruktur energi yang mengakibatkan matinya pasokan listrik ke beberapa kota.
Foto: AP Photo
Rusia menyerang infrastruktur energi yang mengakibatkan matinya pasokan listrik ke beberapa kota.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Gubernur Wilayah Dnipropetrovsk Valentyn Reznichenko mengatakan pasukan Rusia menyerang infrastruktur energi di wilayahnya. Serangan itu mematikan pasokan listrik ke beberapa kota.

"Sejumlah kota dan pemukiman tanpa listrik, Rusia menyerang infrastruktur energi, mereka tidak dapat merekonsiliasi diri mereka sendiri pada kekelahan di medan perang," kata Reznichenko di aplikasi kirim pesan Telegram, Ahad (11/9/2022).

"Kami akan mengatasinya, semua layanan sedang beroperasi, kami akan memperbaiki semuanya secepat mungkin," tambahnya.

Sebelumnya  Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya menembak posisi tentara Ukraina di wilayah Kharkiv dengan serangan berpresisi. Melalui media sosial, Ahad (11/9/2022) kementerian mengatakan serangan digelar pasukan penerjun, rudal, dan artileri.

Kementerian Pertahanan Inggris mengkonfirmasi keberhasilan serangan balik pasukan Ukraina di Kharkiv dalam 24 jam terakhir. Moskow meninggalkan benteng utamanya di timur laut Ukraina.

Pertahanan garis depan Rusia tiba-tiba runtuh setelah pasukan Ukraina membuat perkembangan signifikan dalam serangan balasannya. Direbutnya Kota Izyum di Provinsi Kharkiv merupakan kekalahan terburuk Moskow sejak pasukannya mundur dari Ibukota Kiev bulan Maret lalu.

Ukraina menjadikannya sebagai titik balik dalam perang yang berlangsung selama enam bulan ini. Ribuan tentara Rusia yang kehabisan persediaan amunisi dan peralatan tempur mundur.

Rusia menjadikan Izium sebagai pangkalan logistik bagi salah satu operasi serangannya di wilayah Donbas di utara Ukraina yang terdiri dari  Donetsk dan Luhansk. Pada Sabtu (10/9) kantor berita pemerintah Rusia, Tass mengutip Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan telah memerintahkan pasukannya meninggalkan lokasi tersebut dan memperkuat operasi di tempat lain di Donetsk.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement