Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

BLT BBM Dinilai Efektif Bantu Masyarakat

Jumat 09 Sep 2022 23:37 WIB

Red: Bayu Hermawan

Warga antre mengambil bantuan langsung tunai (BLT) BBM (ilustrasi)

Warga antre mengambil bantuan langsung tunai (BLT) BBM (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Analisi menilai BLT BBM efektif bantu masyarakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Analis Utama Ekonomi Politik Lab45, Reyhan Noor, mengatakan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dapat lebih efektif untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, BLT memang lebih efektif karena sasaran penerima lebih jelas," kata Reyhan dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.

Baca Juga

 

Menurutnya, pemberian BLT tersebut dapat mengurangi tekanan yang dialami oleh masyarakat, khususnya golongan kurang mampu, yang rentan terkena gejolak dari kenaikan harga BBM.

Meski demikian, ia mengingatkan perbaikan data penerima juga mendesak untuk dilakukan agar kualitas penyaluran BLT dapat semakin baik dan lebih tepat sasaran kepada penerima.

 

"Pemerintah memiliki basis data untuk memberikan BLT, meskipun tingkat akurasi data masih perlu menjadi perhatian," ujarnya.

 

Selanjutnya, menurut Reyhan, pemerintah perlu mengawasi pergerakan harga pangan dan memastikan ketersediaan pasokan, karena apabila barang tidak tersedia, harga cenderung lebih mudah naik.

 

"Oleh karena itu, ketersediaan barang pokok dan BBM menjadi kunci keberlangsungan kebijakan pemerintah ke depan," kata Reyhan.

 

Reyhan memastikan skema pemberian BBM bersubsidi selama ini cenderung tidak efektif karena siapa pun bisa membeli BBM jenis bersubsidi tanpa harus ada verifikasi data.

 

Sebelumnya, Kementerian Sosial telah menyalurkan BLT BBM untuk tahap pertama kepada sebanyak 18,48 juta keluarga penerima manfaat di 445 dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Reyhan menambahkan penyaluran BLT selama empat bulan hingga akhir 2022 ini juga bisa menjadi kesempatan pemerintah untuk konsolidasi menyongsong 2023.

Konsolidasi tersebut mencakup penyesuaian upah minimum dengan pengusaha akibat meningkatnya inflasi. Selain itu, penyesuaian upah menjadi penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

 

"Secara khusus, kebijakan BLT juga perlu disesuaikan untuk masyarakat tidak mampu untuk tahun depan. Penyesuaian dapat dilakukan, baik melalui penambahan nominal maupun jumlah penerima," ujar Reyhan.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA