Jumat 09 Sep 2022 13:47 WIB

Gerindra Soal Sandiaga: Jadi Menteri atau Capres adalah Pilihan

Dasco mengatakan, Gerindra resmi ingin mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi dinamika politik yang terjadi kepada Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahuddin Uno. Menurutnya, pekerjaan menjadi menteri ataupun calon presiden (capres) merupakan pilihan hidup.

"Jadi menteri adalah pilihan hidup, kemudian jadi presiden adalah pilihan hidup, nah jadi pilihan itu juga ada konsekuensi memilih," ujar Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (9/9/2022).

Baca Juga

Dasco mengatakan, Partai Gerindra sudah resmi ingin mengusung Prabowo Subianto sebagai capres di pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Jika Sandiaga ingin berkontestasi lewat partai lain, ia mengingatkan soal konsekuensi dan etika.

"Calon presiden yang dicalonkan partai lain itu tidak ada masalah, tapi ada konsekuensi kan gitu secara etik maupun secara moral," ujar Dasco.

"Jadi pilihan-pilihan itu harus dipilih, sehingga kita sebagai orang yang sudah matang dalam berpolitik tentunya kita akan tunggu aja pilihannya seperti apa," sambungnya.

Sebelumnya, Sandiaga yang juga merupakan menteri pariwisata dan ekonomi kreatif (menparekraf) menjawab kabar adanya desakan kepada dirinya untuk mundur dari partai. Ia mengaku menghormati arahan dari Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Desakan mundur dari Partai Gerindra disuarakan kader partai menyusul pernyataan Sandiaga yang siap maju sebagai capres pada 202. Hal tersebut di tengah keputusan partai yang akan mengusung Prabowo sebagai capres dalam Pilpres 2024.

Di bawah arahan Presiden Joko Widodo, menurut Sandi, ia akan tetap fokus membangkitkan perekonomian dengan turun menyapa masyarakat guna mendengar aspirasi dan memberikan solusi. Terkait dengan dinamika politik yang terjadi, hal tersebut harus tetap dibawa dalam bingkai persahabatan dan kebersamaan guna memastikan kontestasi Pilpres 2024 menjadi demokrasi sejuk, teduh, dan bersahabat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement