Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Mengapa Banyak Generasi Muda Memilih Memeluk Islam?

Sabtu 10 Sep 2022 07:05 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah

Muslim muda Inggris. Ilustrasi Muslimah. Mengapa Banyak Generasi Muda Memilih Memeluk Islam?

Muslim muda Inggris. Ilustrasi Muslimah. Mengapa Banyak Generasi Muda Memilih Memeluk Islam?

Foto: Reuters/Olivia Harris
Ketertarikan kepada Islam adalah fitrah karena manusia menginginkan kebenaran.

REPUBLIKA.CO.ID, PENNSYLVANIA -- Perkembangan pemeluk agama Islam di negara-negara Barat telah meningkat cukup signifikan. Banyak yang ingin mengenal agama ini meskipun banyak stigma buruk yang dibuat oleh segelintir orang. Ketertarikan ini tidak hanya bagi orang dewasa, tapi juga dari generasi muda.

Seorang penulis lulusan Universitas Waynesburg, Sumayyah Meehan menjelaskan beberapa alasan banyak generasi muda turut tertarik pada Islam. Dia yang memutuskan menjadi mualaf 23 tahun silam itu menyebut beberapa faktor yang membuat ketertarikan generasi muda. Alasan-alasan itu meliputi:

Baca Juga

Fitrah mencari kebenaran

Dilansir dari About Islam, Rabu (7/9/2022), ketertarikan kepada Islam adalah fitrah karena manusia menginginkan kebenaran. Fitrah manusialah yang menariknya kembali kepada Tuhannya.

Ini bagaikan sebuah kompas batin, panggilan lembut yang menyebabkan seseorang tidak hanya menyadari mereka telah jatuh ke dalam ketidakpercayaan, tetapi juga secara aktif mencari jalan keluar darinya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Alquran:

إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

Artinya: "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al Qasash: 56).

Menurutnya, tidak akan ada yang berpikir bahwa seorang anak, pada usia 8 tahun, akan selaras dengan fitrahnya. Sebagian besar anak-anak di usia ini sibuk dengan teman-teman mereka atau menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain video gim.

Tapi bagi Suster Jennie Fenn dari Inggris, putranya yang masih kecillah yang membawa agama Islam ke dalam rumah dan hatinya.

“Dia datang kepada saya dengan pertanyaan tentang Islam setelah membuat pernyataan memalukan di sekolah bahwa Yesus tidak bisa menjadi anak Tuhan. Kemudian suatu hari dia pulang dan mengatakan kepada saya bahwa dia adalah Muslim. Dia telah mendengar adzan (panggilan untuk sholat) dan itu sudah cukup baginya," katanya.

Kebenaran, disebut Meehan, akan selalu menjadi kekuatan tak tertahankan yang membimbing umat manusia kembali kepada Pencipta kita, seperti semburan sinar matahari setelah hari-hari langit kelabu dan suram.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA