Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Sejarah Hari Ini: Presiden Cile, Pinochet Lolos dari Serangan Pemberontak

Kamis 08 Sep 2022 09:12 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

Agusto Pinochet

Agusto Pinochet

Presiden Cile, Jenderal Augusto Pinochet selamat dari serangan pemberontak.

REPUBLIKA.CO.ID, SANTIAGO - Pada 8 September 1986 Presiden Cile, Jenderal Augusto Pinochet selamat dari serangan pemberontak. Upaya pembunuhan terhadapnya menewaskan lima pengawalnya dan melukai 11 lainnya.

Jenderal Pinochet hanya menderita luka ringan di tangannya selama upaya pembunuhan. Awalnya iring-iringan Pinochet disergap oleh sedikitnya 12 pejuang pemberontak saat ia dalam perjalanan kembali dari kampung halamannya ke ibu kota Cile.

Front Patriotik Manuel Rodriguez, salah satu kelompok gerilya Marxis di negara itu diyakini berada di balik serangan itu. Orang-orang bersenjata dikatakan menembaki konvoi presiden dengan senapan mesin, senapan, bazoka dan granat tangan. Terlepas dari keganasan serangan itu, pengemudi Mercedes berlapis baja milik presiden berhasil melaju kembali ke kediaman pemimpin di El Melocoton.

"Reaksi pertama saya adalah keluar dari mobil, tetapi kemudian saya memikirkan cucu saya di samping saya dan saya menutupi tubuhnya dengan milik saya," kata Pinochet seperti dikutip laman BBC History, Kamis (8/9/2022).

Upaya pembunuhan jenderal ini terjadi pada saat meningkatnya kerusuhan politik dan sipil di negara Amerika Selatan itu. Amnesty International mengatakan pelanggaran hak asasi manusia di Cile kala itu berada pada tingkat yang sama seperti sebelum kudeta berdarah 1973 yang membawa Jenderal Pinochet ke tampuk kekuasaan.

Upaya pertama pada kehidupan presiden menandai eskalasi dalam skala oposisi terhadap pemimpin militer berusia 70 tahun yang baru-baru ini mengumumkan ia ingin tetap berkuasa selama 12 tahun lagi. Tetapi Jenderal Pinochet mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak takut pada lawan-lawannya. "Cobalah untuk membunuh saya: saya seorang tentara, saya siap," katanya.

Presiden telah mendeklarasikan keadaan pengepungan selama 90 hari. Status ini berarti memberinya kekuatan besar untuk menahan dan menyensor.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA