Rabu 07 Sep 2022 10:31 WIB

AlUla Tandatangani Perjanjian dengan Museum Louvre Paris

Perjanjian ini berjalan selama lima tahun ke depan.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Kota AlUla di Arab Saudi. AlUla Tandatangani Perjanjian dengan Museum Louvre Paris
Foto: AN Photo/Zaid Khashogji
Kota AlUla di Arab Saudi. AlUla Tandatangani Perjanjian dengan Museum Louvre Paris

IHRAM.CO.ID, ALULA -- Komisi Kerajaan Kegubernuran AlUla (RCU) mengumumkan telah menandatangani perjanjian dengan Museum Louvre di Paris. Perjanjian ini berjalan selama lima tahun ke depan.

Di antara perjanjian tersebut, disepakati perihal pameran patung yang berasal dari periode Lihyanite. Sesuai kesepakatan, Louvre juga akan menampilkan warisan sejarah dan budaya Arab Saudi dan AlUla.

Baca Juga

Kesepakatan antara RCU dan Louvre disebut akan mewujudkan kemitraan penting antara Arab Saudi dan Prancis di bidang budaya. Selain, hal ini dipercaya akan meningkatkan hubungan antara kedua negara.

Dilansir di Riyadh Daily, Rabu (7/9/2022), patung tersebut terbuat dari batu pasir yang memiliki berat lebih dari 800 Kg. Karya seni ini memiliki tinggi lebih dari 2 meter dan telah dipengaruhi oleh faktor erosi melalui berbagai waktu.

Melalui patung Lihyanite, museum akan menampilkan detail kreativitas manusia sejak dulu. Di dalamnya ditampilkan detail formasi yang tergolong sebagai salah satu keunggulan aliran Lihyanite dalam seni patung, serta inspirasi pengaruh artistik spasial.

Salah satu keunggulan patung tersebut adalah menunjukkan kedalaman sejarah dan warisan budaya barang antik di AlUla. Di sisi lain, RCU berupaya melestarikan warisan alam dan budaya sambil mempersiapkan AlUla untuk menarik pengunjung dari seluruh dunia.

Tim penggalian di kerajaan "Dadan" disebut masih menjalankan tugasnya. Tujuannya, untuk menggali informasi lebih lanjut tentang sejarah peradaban kerajaan, yang membentang selama lebih dari 2.500 tahun dan telah berada di bawah kekuasaan peradaban Lihyan selama beberapa abad.

RCU berusaha untuk menunjukkan warisan sejarah dan melestarikannya. Mereka juga berupaya mentransfer dan menganalisis artefak untuk membuat cerita ilmiah, yang bertujuan menarik perhatian penduduk dan pengunjung.

Komisi Kerajaan Kegubernuran AlUla melalui rencana induk “Perjalanan Melalui Waktu” telah mengumumkan pendirian “Kingdoms Institute” di daerah Dadan. Mereka juga telah mengilhami desain perkotaannya dari peradaban Dadan.

Kingdoms Institute ini akan mencakup tujuh program dan penelitian arkeologi utama. Yang paling terkenal adalah Pelestarian seni cadas, bahasa, prasasti, pertanian, keberlanjutan di zaman prasejarah dan banyak lagi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement