Selasa 06 Sep 2022 14:37 WIB

Warga Korban Kebakaran di Cakung Ingin Pindah ke Rusun

Sebanyak 18 dari total 54 KK korban kebakaran ajukan pindah ke rusun Ujung Menteng

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Petugas PLN memperbaiki kabel listrik yang terdampak kebakaran rumah penduduk di Jalan Swadaya, Cakung, Jakarta Timur, Senin (29/8/2022). Kebakaran yang terjadi pada pukul 03.24 WIB menghanguskan 40 rumah warga dan penyebab kebakaran akibat korsleting listrik.
Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Petugas PLN memperbaiki kabel listrik yang terdampak kebakaran rumah penduduk di Jalan Swadaya, Cakung, Jakarta Timur, Senin (29/8/2022). Kebakaran yang terjadi pada pukul 03.24 WIB menghanguskan 40 rumah warga dan penyebab kebakaran akibat korsleting listrik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sejumlah warga korban kebakaran di Jalan Swadaya PLN, RT 13/RW 02, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur menginginkan untuk pindah ke rumah susun (rusun). Camat Cakung Fajar Eko Satrio mengatakan hingga saat ini tercatat sudah ada 18 dari total 54 kepala keluarga (KK) warga korban kebakaran yang mengajukan pindah ke rusun Ujung Menteng.

"Sedang proses, rencana yang bersedia 18 KK. Lokasi rusun yang disediakan di Rusun Ujung Menteng Banjir Kanal Timur," kata Fajar, Selasa (6/9/2022).

Baca Juga

Fajar menambahkan, relokasi tersebut dilakukan karena mayoritas rumah warga yang terkena dampak kebakaran berada di lahan milik PT JIEP sehingga tidak bisa direvitalisasi. "Lahan (rumah warga korban kebakaran) 70 persen milik JIEP, yang milik pribadi hanya empat orang. Jadi, warga difasilitasi untuk tinggal di Rusun Ujung Menteng," ujar Fajar.

Menurutnya saat ini tenda pengungsian yang berada di lokasi kebakaran telah dibongkar pada Senin (5/9/2022) sesuai dengan ketentuan Suku Dinas Sosial Jakarta Timur. "Untuk tenda pengungsi sudah tidak ada," kata Fajar.

Sebelumnya, kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Swadaya PLN RT 13/RW 02, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Senin (29/8/2022) sekira pukul 03.24 WIB. Tidak ada korban dalam musibah yang diduga akibat korsleting listrik tersebut. Akan tetapi, sebanyak 54 KK meliputi 150 jiwa kehilangan tempat tinggal. Total kerugian materi akibat musibah kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 600 juta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement