Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Waroeng Steak & Shake Raih Rekor Muri

Ahad 04 Sep 2022 15:57 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Gita Amanda

Penyerahan rekor Muri oleh Wakil Direktur Utama Muri, Osmar Semesta kepada Waroeng Steak & Shake sebagai Restoran Steak Halal dengan outlet Terbanyak.

Penyerahan rekor Muri oleh Wakil Direktur Utama Muri, Osmar Semesta kepada Waroeng Steak & Shake sebagai Restoran Steak Halal dengan outlet Terbanyak.

Foto: Waroeng Steak & Shake
Waroeng Steak & Shake menargetkan ada 100 cabang sampai akhir tahun ini

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Waroeng Steak & Shake terus melebarkan sayapnya di dunia kuliner. Bahkan, steak asli Indonesia ini meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai 'Restoran Steak Halal dengan outlet Terbanyak'.

Penghargaan ini diserahkan Wakil Direktur Utama Muri, Osmar Semesta kepada Direktur Utama PT Waroeng Steak & Shake, Riyanto. Selain itu, Founder Waroeng Steak & Shake, Jody Broto Suseno dan Presiden Komisaris PT Waroeng Steak & Shake, Siti Hariyani juga mendapatkan rekor Muri.

Riyanto mengatakan, saat ini outlet Waroeng Steak & Shake sudah mencapai 97 outlet di Indonesia. Bahkan, pihaknya sendiri masih akan terus menambah outlet lainnya.

Di 2022 ini, pihaknya menargetkan 100 outlet sudah terbentuk di seluruh Indonesia. Artinya, masih ada tiga outlet lainnya yang akan ditambah di 2022 ini.

"Kami menargetkan ada 100 cabang sampai akhir tahun ini," kata Riyanto dalam Milad 22 Waroeng Steak & Shake dan Penyerahan Rekor Muri di Kantor PT Waroeng Steak & Shake, Kabupaten Sleman, DIY, Ahad (4/9/2022).

Melalui penghargaan tersebut, Riyanto menyebut, pihaknya akan selalu memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Kedepan, diharapkan Waroeng Steak & Shake dapat mendunia.

"Waroeng Steak & Shake sudah tersertifikasi nasional halal. Kami sempurnakan menjadi restoran halal terbanyak di Indonesia dan insya Allah dunia. Kami berupaya keras meningkatkan kinerja menjadi yang terbaik," ujar Riyanto.

Marketing Manager Waroeng Steak & Shake, Damoto mengatakan, proses untuk mendapatkan penghargaan rekor Muri tidak membutuhkan waktu lama. Pengajuan sendiri dilakukan pada Juli 2022 lalu.

Cepatnya proses untuk mendapatkan rekor Muri ini juga dikarenakan belum ada restoran steak halal yang memiliki outlet terbanyak di Indonesia selain Waroeng Steak & Shake. Bahkan, katanya, juga belum ditemukan adanya restoran steak halal dengan outlet terbanyak di dunia.

"Kita dapat sertifikat halal dari MUI belum lama ini, setelah sertifikat itu terbit kami berpikiran kayaknya belum ada restoran steak halal dengan cabang terbanyak. Tidak lama kita ajukan proposal ke Muri dan langsung di ACC," kata Darmoto.

Darmoto mengatakan, penghargaan Muri ini menjadi semangat bagi pihaknya untuk terus maju kedepan. Selain itu, katanya, diharapkan juga dapat menambah loyalitas pelanggan terhadap brand lokal, salah satunya Waroeng Steak & Shake.

"Pencapaian ini jadi semangat kami untuk maju kedepan, tentunya kami punya visi juga jadi super brand lokal Indonesia dan jadi halal dan toyyib, dan penghargaan ini terus memberi semangat," ujarnya.

Terkait dengan penambahan tiga outlet lainnya, Darmoto menuturkan, saat ini tengah dibangun. Tiga outlet tersebut dibangun di Bekasi, Jakarta Selatan dan di DIY.

photo
Penyerahan rekor Muri oleh Wakil Direktur Utama Muri, Osmar Semesta kepada Waroeng Steak & Shake sebagai Restoran Steak Halal dengan outlet Terbanyak.// Dok: Silvy Dian Setiawan. - (Waroeng Steak & Shake)

Sementara itu, dalam rangka milad ke-22 kali ini juga digelar berbagai kegiatan. Mulai dari pemberian es krim sebanyak 22 ribu di 97 outlet Waroeng Steak & Shake hingga penyerahan 22 ribu voucher makanan.

"Milad jatuh pada 4 September ini yang bertepatan dengan Hari Pelanggan Nasional," jelas Darmoto.

Siti Hariyani pun menceritakan sedikit tentang awal mula terbentuknya Waroeng Steak & Shake. Awalnya, Steak & Shake sebagai pioneer restoran steak dengan harga murah tersebut, tentunya memiliki perjalanan yang tidak mudah.

Siti bersama suaminya yakni Jody merintis usaha tersebut dari teras rumah kontrakan. Usaha tersebut dimulai dengan modal dari hasil penjualan motor, dan saat itu mereka hanya memiliki dua karyawan.

Per harinya, omset yang didapat hanya sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. Bahkan, Siti dan Jody juga pernah merasakan tidak adanya pembeli sama sekali.

Dengan ikhtiar dalam menjalankan usaha tersebut, Waroeng Steak & Shake terus berkembang hingga saat ini. "Saya sama Pak Jody mengawali. Semua ini tidak akan terwujud kalau tidak ada temen-teman semua yang dari awal sudah mendampingi kami," kata Siti.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA