Rabu 31 Aug 2022 17:48 WIB

Kecelakaan Maut Bekasi, Kadisdik: Siswa Belajar di Rumah Tiga Hari

Kecelakaan menyebabkan 10 orang meninggal, tujuh di antaranya murid SD.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Teguh Firmansyah
Warga melihat lokasi tempat kejadian kecelakaan sebuah truk kontainer yang menabrak halte bus di depan SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Menurut keterangan kepolisian, dalam kecelakaan yang diduga diakibatkan rem blong tersebut telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, tujuh diantaranya anak-anak sekolah serta 30 orang lainnya luka-luka.
Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Warga melihat lokasi tempat kejadian kecelakaan sebuah truk kontainer yang menabrak halte bus di depan SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Menurut keterangan kepolisian, dalam kecelakaan yang diduga diakibatkan rem blong tersebut telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, tujuh diantaranya anak-anak sekolah serta 30 orang lainnya luka-luka.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah mengatakan murid SDN Kota Bekasi II dan III belajar di rumah selama tiga hari. Hal tersebut diputuskan setelah kecelakaan maut truk trailer yang terjadi di Jalan Sultan Agung tepatnya di depan SDN Kota Bekasi III, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8/2022) siang WIB.

“Kami tidak liburkan. Kami mengambil langkah untuk siswa belajar di rumah selama tiga hari, Kamis, Jumat, dan Sabtu. Masuk lagi nanti Senin,” kata Inayatullah saat dikonfirmasi Republika.co.id, Rabu (31/8/2022).

Baca Juga

Selain belajar di rumah, pihaknya juga melakukan pendampingan dan penguatan untuk siswa, guru, dan orang tua. Terlebih, bagi mereka yang melihat kejadian tersebut berlangsung. Hal ini dilakukan agar mereka tidak berlarut dengan kejadian.

“Namanya musibah, tidak bisa dipungkiri dan dicegah. Tidak tahu kapan akan terjadi,” ujarnya. Inayatullah menyebut sudah memanggil psikolog dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Bekasi. “Hari ini sudah mulai datang psikolog dari DPPPA dan guru-guru bimbingan penyuluhan juga akan dibina,” tambahnya.

Sebelumnya, peristiwa kecelakaan maut yang melibatkan truk mengakibatkan 10 korban meninggal dunia, yang tujuh di antaranya siswa SD yang sedang menunggu jemputan pulang.

Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan truk trailer yang diduga mengalami rem blong itu menabrak sebuah tiang menara telekomunikasi dan sejumlah kendaraan yang sedang parkir di tepi jalan. Satu unit mobil boks turut tertimpa tiang telekomunikasi yang roboh usai ditabrak truk trailer tersebut.

"Kejadian sekira jam 10-an, saya juga kebetulan habis jemput anak saya pulang sekolah, tidak lama ada kejadian ini," kata Ketua RW 01 Asmawi ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Asmawi, peristiwa kecelakaan truk trailer itu bertepatan dengan selesai waktu belajar mengajar siswa SDN Kota Bekasi II dan III. Truk trailer bermuatan besi melaju dari arah Bekasi menuju Cakung dan ketika tepat di depan sekolah SD Kota Bekasi 3, Kecamatan Bekasi Barat, kendaraan besar itu kehilangan kendali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement