Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Sejarah Hari Ini: Presiden Brasil Dimakzulkan

Rabu 31 Aug 2022 07:46 WIB

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani

President of Brazil, Dilma Rousseff

President of Brazil, Dilma Rousseff

Foto: AP Photo/Andre Penner
Presiden Brasil Dilma Rousseff dimakzulkan karena terbukti memanipulasi anggaran

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA - Pada 31 Agustus 2016, Presiden Brasil Dilma Rousseff dimakzulkan dan diberhentikan dari jabatannya. Ia dimakzulkan karena terbukti memanipulasi anggaran negara.

Dilansir laman Britannica, Rabu (31/8/2022), pemakzulan dilakukan setelah Senat memutuskan Roussef bersalah karena menggunakan dana bank negara untuk menutupi defisit anggaran menjelang pemilihannya kembali pada 2014. Pencopotannya mengakhiri 13 tahun kekuasaan Partai Buruh sayap kirinya.

Meski demikian Rousseff telah membantah tuduhan itu. Sebanyak 61 senator memberikan suara mendukung pemecatannya dan 20 menentang. Suara ini memenuhi dua pertiga mayoritas yang diperlukan untuk mencopotnya dari kursi kepresidenan.

Michel Temer kemudian dilantik sebagai presiden dan akan menjalani masa jabatan Rousseff hingga 1 Januari 2019. Sementara itu politisi partai PMDB kanan-tengah telah menjabat sebagai penjabat presiden selama proses pemakzulan.

Selama rapat kabinet pertamanya sejak pemungutan suara, Temer mengatakan pelantikannya menandai era baru. Dia meminta para menterinya untuk membela pemerintah dari tuduhan bahwa pemecatan Rousseff merupakan kudeta.

"Kami tidak bisa membiarkan satu tuduhan tidak terjawab," katanya dikutip laman BBC.

Dia juga mengatakan kepada para menteri untuk bekerja sama dengan Kongres menghidupkan kembali ekonomi Brasil.  Temer melakukan perjalanan ke Cina untuk mengambil bagian dalam pertemuan puncak kelompok ekonomi utama G-20.

Pemecatan Rousseff telah menyebabkan keretakan antara Brasil dan tiga pemerintah sayap kiri Amerika Selatan yang mengkritik langkah tersebut. Brasil dan Venezuela saling memanggil duta besar. Utusan Brasil untuk Bolivia dan Ekuador juga telah diperintahkan pulang.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA