Rabu 31 Aug 2022 05:35 WIB

Masjid Bersejarah di Madinah Segera Direstorasi

restorasi masjid bagian dari proyek Pangeran Mohammed Bin Salman.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Salah satu masjid bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Masjid Bersejarah di Madinah Segera Direstorasi
Foto: Saudi Gazette
Salah satu masjid bersejarah di Madinah, Arab Saudi. Masjid Bersejarah di Madinah Segera Direstorasi

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Proyek Pangeran Mohammed Bin Salman untuk Mengembangkan Masjid Bersejarah tengah memasuki tahap kedua. Dari sekian masjid yang menjadi target, empat di antaranya berada di Madinah.

Proyek ini dilaksanakan dengan tujuan melindungi masjid-masjid dan mengembalikannya ke bentuk terdekat dari status aslinya. Di sisi lain, proses restorasi juga berupaya mempertahankan karakteristik fungsional dan mengembalikan keindahan lamanya.

Baca Juga

Masjid-masjid bersejarah di Wilayah Madinah mendapatkan arti penting dari kedekatannya dengan Al-Sira Al-Nabawiyah (biografi Nabi). Beberapa situs bahkan terkait dengan era Islam, seperti kegubernuran AlUla yang menampung beberapa situs arkeologi.

Salah satu masjid di Madinah yang menjadi target utama adalah Masjid Bani Haram yang hanya berjarak 1,68 kilometer dari Masjid Nabawi. Rumah ibadah ini merupakan masjid tempat Nabi Muhammad SAW berdoa.

Adapun proyek pembangunan tersebut berupaya menyamai perubahan masjid antara era lama dan baru. Luas masjid sebelum direnovasi diketahui 266,42 meter persegi, nantinya akan bertambah 10 meter persegi setelah direnovasi dengan total kapasitas 172 jamaah.

Di sebelah Kastil Bersejarah Mousa Bin Nusair antara AlUla dan Hajrah, terdapat Masjid Al-Itham, yang juga berasal dari era Nabi Muhammad dan menjadi target proyek. Di masjid ini, Nabi berupaya mengidentifikasi arah Al-Kiblat dengan tulang, saat dalam perjalanan ke Ekspedisi Tabuk pada tahun kesembilan Hijriah. Luas masjid ini mencapai 773,34 meter persegi dan dapat menampung 580 jamaah.

Di tengah kota Kheif Al-Huzami di Wadi Al-Safra, yang berafiliasi dengan Kegubernuran Badr di Wilayah Madinah, Masjid Kheif Al-Huzami yang juga dikenal sebagai Masjid Pangeran Radwan, akan mengalami beberapa pembangunan.

Masjid ini dibangun oleh Menteri Haji Mesir Radwan Al-Faqari pada pertengahan abad ke-11 Hijriyah. Total luasnya akan meningkat dari 527,94 meter persegi menjadi 603,35 meter persegi dan kapasitasnya akan meningkat dari 150 menjadi 180 jamaah.

Proyek ini juga akan menyasar masjid yang berjarak 102 kilometer ke bagian timur laut Madinah, ke Masjid Kastil bersejarah, yang juga dikenal sebagai Masjid Hamad Bin Samihah setelah penguasa kota.

Masjid ini berdiri sejak lebih dari 100 tahun dan merupakan salah satu bangunan bersejarah penting, karena terletak di pusat lingkungan Kastil bersejarah di kota Al-Hanakieh.

Luas area sebelum renovasi mencapai 181,75 meter persegi, yang akan ditingkatkan menjadi 263,55 meter persegi, dengan kapasitas 171 jamaah.

Sebanyak 30 masjid akan dimasukkan dalam tahap kedua Proyek Pangeran Mohammed Bin Salman untuk Pengembangan Masjid Bersejarah, yang mencakup seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi.

Masjid-masjid ini akan dikembangkan sesuai dengan mekanisme modern, yang menjamin kualitas material dan desain arsitektur yang baik, setelah melakukan penilaian yang akurat tentang sejarah, karakteristik dan fitur dari setiap masjid. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement