Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Program Pengabdian Masyarakat LPPM ITB Hadirkan Pameran Virtual UMKM NTT

Selasa 30 Aug 2022 19:29 WIB

Rep: arie lukihardianti/ Red: Hiru Muhammad

Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB melaksanakan pengabdian masyarakat untuk mendorong potensi UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB melaksanakan pengabdian masyarakat untuk mendorong potensi UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Foto: istimewa
Pameran virtual, akan dilangsungkan pada pekan ke-4 September mendatang

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) ITB melaksanakan pengabdian masyarakat untuk mendorong potensi UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut Project Manager Pengabdian Masyarakat SBM ITB Kupang 2022, Raja Aksana Alrando, pengabdian masyarakat kali ini akan menghadirkan pameran UMKM NTT secara virtual sebagai puncaknya.

Aksana mengatakan, pada pengabdian masyarakat kali ini pihaknya mengangkat tajuk Knowledge Transfer untuk Penerapan Teknologi Tepat Guna Integrated Digital Marketing di Kupang: Introduksi Peran Micro-influencer TikTok dan Penerapan Augmented Reality dan Virtual Reality Gallery (AR VR) pada Bidang Usaha Kreatif Daerah. "Pengabdian yang dilakukan merupakan upaya untuk mendorong optimalisasi potensi yang dimiliki masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, danTerkuat)," ujar Aksana dalam siaran persnya, Selasa (30/8/2022).

Baca Juga

Pameran virtual, akan dilangsungkan pada pekan ke-4 September mendatang dan melibatkan belasan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dibawah naungan Dewan Kerajinan nasional Daerah (Dekranasda). Harapannya, dengan diadakannya pameran virtual dapat memperluas kesempatan serta mendorong UKM NTT agar dikenal lebih luas dan dikenal secara nasional. “Ini merupakan langkah kecil dan komitmen untuk mendukung UMKM di NTT secara konkret dan tepat guna melalui program pengabdian masyarakat," katanya.

Bahkan, kata dia, tidak hanya sekedarmendukung adopsi dan pemasaran digital yang terintegrasi. Tapi, pihaknya juga memastikan pengetahuan yang dimiliki SBM ITB dapat ditransfer kepada pelaku utama yaitu UMKM dan Pemerintah Daerah. "Program ini disusun lengkap mulai dari perencanaan, implementasi, dan evaluasi,” katanya.

Secara keseluruhan, kata dia, fokus pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah untuk mendorong dan memperkuat potensi UKM di NTT melalui pemasaran digital denganpenerapan virtual reality dan augmented reality sederhana. 

Selain itu, kata dia, pengabdian juga ditujukan untuk memberikan edukasi tentang peningkatan awareness melalui sosial media seperti Tiktok dengan micro influencer lokal Kupang.

Sementara menurut Koordinator Peneliti pada Program Pengabdian Masyarakat ITB Kupang 2022, Arya B Adisasmito, diharapkan melalu program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB ini bisa memberikan sumbangsih wawasan terkait digital marketing bagi pelaku usaha serta dapat menjadi upaya optimalisasi UMKM NTT.“Kami berharap ini tidak hanya menjadi program yang hanya satu-dua kali diadakan. Tetapi menjadi program yang berkelanjutan," katanya.

Arya menilai, sambutan hangat dan antusiasme baik dari Dekranasda NTT, pegiat UKM bimbingan Dekranasda, dan pihak UKAW memberi angin segar dan optimisme agar program ini dapat dilanjutkan secara berkala.

Arya menjelaskan, program ini sudah berlangsung sejak Juli. Kedepan, pihaknya akan melakukan beberapa aktivitas kunci secara bertahap. Selain itu, pada akhir kegiatan akan dilakukan pameran virtual untuk belasan UKM dibawah naungan Dekranasda NTT. 

Selain itu, kata dia, akan dilakukanacara seremonial dan seminar hasil implementasi program. Sejauh ini, sudah dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan untuk persiapan pameran virtual yang akan dilangsungkan pada pekan ke-4 September mendatang. Tak hanya membahas persiapan pameran virtual, Tim Pengabdian juga melakukan aktivitas transfer knowledge seputar kampanye digital marketing kepada pihak yang terlibat mulai dari Dekranasda Provinsi NTT, Pihak UKAW, dan beberapa UKM asuhan Dekranasda NTT.

Adapun berbagai kegiatan yang akan dilakukan bersinergi baik dengan pihak Dekranasda, menurut Arya, di antaranya penyusunan dan eksekusi kampanye melalui konten marketing yang melibatkan micro influencer untuk produk UKM binaan. Kedua, Pembuatan augmented reality untuk mendorong kampanye inlkusifitas dan mempermudah komunikasi dengan teman tuli berupa AR Video Filter dan effect melalui instagram, Pembuatan ruang pameran virtual untuk belasan UKM dibawah naungan Dekranasda NTT dan Seremonial dan seminar beserta pemaparan hasil implementasi program yang telah dilakukan.

Program pengabdian masyarakat ini disambut hangat oleh Dewan Kerajinan nasional Daerah Provinsi NTT dan pihak universitas setempat, yaitu Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW).

Menurut Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat, pihaknya menyambut baik inisiasi dari Tim Pengabdian Masyarakat dari SBM ITB. Implementasi digital marketing spesifik melalui konten menarik seperti di TikTok tentu akan menjadi daya tarik bagi pembeli potensial di luar NTT. "Ditambah dengan adanya ruang pameran digital yang menampilkan UMKM binaan andalan, tentunya akan menjadi dukungan yang sangat berarti bagi UMKM,” katanya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA