Senin 29 Aug 2022 21:33 WIB

IAEA Sambangi PLTN Zaporizhzhia

Ukraina kembali menuduh Rusia menembakan roket dan artileri ke daerah sekitar PLTN.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Foto dokumentasi Unit pembangkit listrik di PLTN Zaporizhzhia di kota Enerhodar, di selatan Ukraina, pada 12 Juni 2008. Ukraina mengonfirmasikan PLTN terbesar di Eropa itu telah diserang oleh Rusia pada Jumat (4/3/2022) dini hari.
Foto: AP/Olexander Prokopenko, File
Foto dokumentasi Unit pembangkit listrik di PLTN Zaporizhzhia di kota Enerhodar, di selatan Ukraina, pada 12 Juni 2008. Ukraina mengonfirmasikan PLTN terbesar di Eropa itu telah diserang oleh Rusia pada Jumat (4/3/2022) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Lembaga pemantau nuklir PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyambangi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di tengah medan pertempuran di Ukraina.

Walaupun Ukraina dan Rusia menyambut misi tersebut, kedua belah pihak masih saling menyalahkan siapa yang melakukan serangan ke area sekitar PLTN. Klaim kedua belah pihak tidak dapat diverifikasi dengan independen.

Baca Juga

Sudah berbulan-bulan, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mencoba mendapatkan akses ke PLTN Zaporizhzhia, PLTN terbesar di Eropa yang diduduki Rusia dan dioperasikan orang-orang Ukraina. Misi ini diumumkan saat Ukraina kembali menuduh Rusia menembakkan roket dan artileri ke daerah sekitar PLTN.

Tuduhan ini menambah kekhawatiran perang dapat memicu kebocoran radiasi. PLTN yang memiliki enam reaktor sudah dihentikan operasinya sementara setelah tembakan pekan lalu.

"Harinya telah tiba, Misi Bantuan dan Dukungan sudah dijalan," cicit Grossi di Twitter, Senin (29/8). Ia mengindikasi tim akan tiba di Ukraina pekan ini. Ia tidak mengungkapkan kapan persisnya tim IAEA akan tiba atau memberikan detail lebih banyak selain fotonnya bersama 13 pakar IAEA.

Ukraina menuduh Rusia menjadikan PLTN itu sebagai sandera, menyimpan senjata dan meluncurkan serangan dari sana. Sementara Moskow menuduh Ukraina melepaskan tembakan ke sekitar PLTN.

Ukraina melaporkan serangan di Kota Nikopol yang terletak di seberang PLTN, dipisahkan Sungai Dnieper. Kiev mengatakan satu orang tewas dan lima lainnya terluka. Beberapa kilometer dari PLTN itu Wali Kota Enerhodar Dmytro Orlov mengatakan tembakan Rusia melukai 10 orang warganya.

"Tampaknya (Rusia) melatih skenario mereka menjelang kedatangan misi IAEA," katanya di aplikasi kirim pesan Telegram.

Di Twitter, lembaga pemantau nuklir itu mengatakan timnya akan mengasesmen kerusakan fisik di PLTN tersebut, "menentukan fungsionalitas sistem keamanan dan keselamatan" dan mengevaluasi kondisi para staf.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba memperingatkan IAEA."Tanpa melebih-lebihkan, misi ini akan menjadi paling sulit dalam sejarah IAEA," katanya.

"Kami berharap misi memberikan pernyataan yang jelas atas fakta, pelanggaran semua nuklir, protokol keamanan nuklir, kami tahu Rusia tidak hanya menempatkan Ukraina, tapi juga seluruh dunia dalam ancaman resiko insiden nuklir," kata Kuleba di Stockholm.

Di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menuduh Ukraina melepaskan tembakan ke arah dan sekitar PLTN. "Kami yakin semua negara harus meningkatkan tekanan pihak Ukraina memaksanya berhenti mengancam benua Eropa dengan menembakan area sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia dan daerah sekitarnya," kata Peskov.

Peskov mencatat Rusia akan menjamin keamanan misi IAEA mengingat ancaman konstan yang berkaitan pada tembakan tanpa henti pihak Ukraina. Badan energi atom Ukraina sudah menggambarkan ancaman PLTN itu.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement