Senin 29 Aug 2022 16:28 WIB

Pemkab Boyolali Uji Coba Buka Pasar Hewan

Pemkab Boyolali uji coba buka Pasar Hewan Jelok Cepogo setelah ditutup karena PMK.

Sejumlah peternak menjual sapi di Pasar Hewan Jelok, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Pemkab Boyolali uji coba buka Pasar Hewan Jelok Cepogo setelah ditutup karena PMK.
Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Sejumlah peternak menjual sapi di Pasar Hewan Jelok, Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. Pemkab Boyolali uji coba buka Pasar Hewan Jelok Cepogo setelah ditutup karena PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Pemerintah Kabupaten Boyolali melakukan uji coba pembukaan Pasar Hewan Jelok Cepogo di Provinsi Jawa Tengah, setelah sebelumnya dilakukan penutupan selama empat bulan, karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah itu.

Pemkab Boyolali mulai uji coba pembukaantersebut pada Senin, dengan pengawasan ketat oleh tim gabungan baik dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Peternakan dan Perikanan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta relawan PMI setempat.

Baca Juga

Di pasar hewan tersebut, tim gabunganmelakukan pengawasan ketat dengan mengizinkan hanya pedagang dan hewan ternak asal lokal Boyolali saja yang masuk. Petugas juga melakukan pemeriksaan satu per satu hewan ternak yang masuk pasar.

Selain itu, pedagang hewan ternak harus mematuhi aturan dengan membawa kartu tanda penduduk (KTP) asli Boyolali. Kendaraan angkutan yang membawa hewan ternak harus disemprot disinfektan sebelum masuk pasar. Begitu juga hewan ternak harus kondisi sehat melalui pengecekan oleh petugas.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali Lusia Dyah Suciati pembukaan Pasar Hewan Jelok Cepogo Boyolali sifatnya uji coba dengan pengetatan pengawasan Satgas PMK dan terbatas masih untuk pedagang lokal saja.

"Jadi belum menghadirkan pedagang luar Boyolali. Pengecekan oleh petugas, melalui KTP pedagang dan plat nomor kendaraan Boyolali. Waktu buka juga dibatasi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB," kata Lusia.

Sebelum buka, pasar hewan ini disterilkan terlebih dahulu dengan disinfektan oleh relawan dari PMI Cabang Boyolali. Kemudian, pasar hewan ini dilengkapi oleh alat semprot terutama di pintu masuk pasar dan titik-titik penurunan sapi serta kolam pencelupan kaki ternak.

"Jadi sapi masuk disemprot, kemudian kaki ternak masuk ke kolam disinfektan. Kami juga melakukan pengawasan kesehatan hewan oleh Puskeswan dan petugas Disnakkan jika menemukan sapi bergejala yang sakit untuk diobati," katanya.

Dalam kesempatan ini, ia mengatakan kasus PMK di Boyolali semakin menurun yakni suspek sebanyak 5.666 ekor, yang mati karena PMK 97 ekor, positif 32 ekor dan yang sembuh mencapai 4.249 ekor.

"Kami mencatat hewan ternak yang masih sakit PMK tersisa ada sebanyak 1.339 ekor. Kami juga terus melakukan pengobatan sapi yang sakit itu," katanya.

Selain itu, Disnakkan juga melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak yang sehat di daerah zona hijau PMK di Boyolali. Vaksinasi tahap pertama dengan diawali skrining di wilayah kecamatan yang memiliki populasi sapi perah tinggi.

Daerah itu, seperti Kecamatan Selo, Cepogo, Musuk, Tamansari, Mojosongo dan Ampel dengan menurunkan 155 petugas kesehatan hewan. Pencapaian vaksinasi hewan ternak tahap pertama 4.900 dosis sudah disuntikkan terhadap 4.896 ekor atau sekitar 99,9 persen dan vaksinasi ulang tahap pertama (revaksinasi) mencapai 1.286 ekor.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Hewan Jelok, Sapto Hadi Darmono, mengatakan uji coba Pasar Hewan Jelok diharapkan aman dan pedagang mengikuti aturan sehingga perdagangan hewan ternak bisa berlanjut lancar.

"Uji coba pembukaan Pasar Hewan Jelok ini, jumlah sapi masuk sekitar 400 ekor, sedangkan, pada hari biasa normal rata-rata bisa mencapai 2.000 ekor per hari," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement