Selasa 30 Aug 2022 03:17 WIB

Guru Ngaji di Cigudeg Bogor Dilaporkan Cabuli Lima Anak

Para korban berani angkat bicara ke orangtuanya masing-masing.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Seorang guru ngaji diduga mencabuli lima orang muridnya yang berusia sekitar 11 hingga 14 tahun di kawasan Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Lima orangtua dari anak tersebut telah melaporkan kasus itu ke Polres Bogor.

“Iya korban sama orangtuanya lagi di Polres Bogor. Lagi bikin laporan di Polres. Sekarang pelaporannya, benar di Cigudeg (kejadiannya),” kata Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin, Senin (29/8).

Kades Cigudeg, Andi Supriadi, mengatakan, kejadian pencabulan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak setahun lalu. Hanya saja, para korban baru berani angkat bicara ke orangtuanya masing-masing.

“Jadi pelakunya sudah jelas, panggilannya oknum Ustaz Canong. Terus sementara ini korbannya yang baru mengakui ada lima,” kata Andi.

Setelah mendapat laporan tersebut, kata Andi, ia menyarankan agar pihak keluarga terutama orangtua korban segera melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. Agar masalah ini segera ditangani.

Saat ini, lanjutnya, lima korban didampingi ornagtuanya telah melapor ke Unit PPA Polres Bogor. “Mudah-mudahan segera ditangani, karena saya khawatir ini akan menular ke yang lain, ada korban lain kalau pelaku masih di luar,” ujar Andi.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, dari keterangan yang diterimanya, aksi pencabulan itu terjadi di tempat mengaji. Yakni di rumah ustadz itu sendiri. Namun, salah satu dari lima korban dicabuli di tempat gelap belakang mushala.

“Alasannya modusnya itu di para murid ngaji ini katanya 'mau pinter nggak ngajinya?' gitu. Ternyata matanya disuruh merem, kejadian begitulah (pencabulan),” jelasnya.

Andi mengaku, dirinya baru mengetahui ada kasus ini dari orang lain. Dia pun menegur Ketua RT setempat mengapa tidak segera lapor ke pemerintah desa setempat.

“Akhirnya Pak RT melaporkan ke saya katanya mau dilaporkan aja ke Polres. Saya bilang iya lebih cepat lebih baik,” tandasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement