Senin 29 Aug 2022 13:35 WIB

BNPB: Gempa di Kepulauan Mentawai Sebabkan Kerusakan di Pulau Siberut

Gempa berkekuatan 6,4 M terjadi pada Senin pagi sekitar 3-5 detik.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Andri Saubani
Sejumlah siswa TK Pembangunan Laboratorium UNP di evakuasi sementara di luar bangunan setelah terjadi gempa di Padang, Sumatera Barat, Senin (29/8/2022). BMKG mencatat gempa berkekuatan 6,4 magnitudo pada Senin, (29/8/2022) pukul 10.29 WIB mengguncang 161 kilometer barat laut Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terasa hingga ke Kota Padang.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Sejumlah siswa TK Pembangunan Laboratorium UNP di evakuasi sementara di luar bangunan setelah terjadi gempa di Padang, Sumatera Barat, Senin (29/8/2022). BMKG mencatat gempa berkekuatan 6,4 magnitudo pada Senin, (29/8/2022) pukul 10.29 WIB mengguncang 161 kilometer barat laut Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terasa hingga ke Kota Padang.

REPUBLIKA.CO.ID, SIBERUT -- Gempa berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada Senin (29/8) pukul 10.29 WIB. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang berpusat di 0.99 LS, 98.53 BT atau 161 kilometer barat laut kepulauan mentawai pada kedalaman 10 kilometer ini tidak berpotensi tsunami.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam siaran persnya, Senin (29/8/2022) mengatakan guncangan gempa dirasakan cukup kuat sekitar 3-5 detik oleh warga Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selain itu, wilayah yang merasakan gempabumi ini meliputi Siberut Utara (V-VI MMI), Tuapejat, Painan (III-IV MMI), Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok dan Solok Selatan (II-III MMI).

Baca Juga

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai telah turun ke lapangan untuk melakukan monitoring, asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Hasil asesmen awal dilaporkan adanya kerusakan ringan pada bangunan di Pulau Siberut berupa retakan di dinding gedung dan beberapa bagian langit-langit. Mengenai korban jiwa, hingga saat ini belum ada laporan terkait hal itu," kata Abdul Muhari.

Sebelum terjadinya gempa M 6,4 ini, wilayah Kepulauan Mentawai sudah diguncang beberapa kali Senin hari ini. Hasil monitoring BMKG, per Senin (29/8) telah terjadi tiga kali gempabumi berkekuatan di atas M 5 di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Adapun yang pertama adalah gempabumi dengan magnitudo 5.2 pada pukul 00.04 WIB yang berpusat di 1.00 LS dan 98.58 BT pada kedalaman 14 kilometer.

Guncangan gempa bumi tersebut sempat dirasakan selama kurang lebih 2-3 detik di Kecamatan Siberut Barat, namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan.

Gempa bumi berikutnya terjadi pada pukul 05.34 WIB yang berkekuatan magnitudo 5.9 berpusat di 1.04 LS dan 98.55 BT pada kedalaman 11 kilometer.

Guncangan gempa bumi M 5.9 itu dirasakan lemah selama 2-3 detik di Kecamatan Sipora Utara dan dirasakan kuat selama 2-3 detik di Kecamatan Siberut Barat. Warga Desa Simalegi, Kecamatan Siberut Barat sempat mengevakuasi secara mandiri ke daratan yang lebih tinggi setelah merasakan guncangan gempabumi tersebut.

BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai telah turun ke lapangan untuk kembali melakukan monitoring. Adapun kondisi dan situasi saat ini aman dan terkendali. Apabila ada perkembangan informasi di lapangan maka akan diperbarui secara berkala.

Karena itu, BNPB mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan demi mengantisipasi adanya potensi gempabumi susulan.

Masyarakat juga diimbau untuk berinisiatif memperbarui perkembangan informasi terkait gempabumi melalui instansi terkait seperti BMKG, BNPB dan BPBD serta sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

BNPB mengingatkan untuk memperhatikan penempatan barang-barang besar di dalam rumah agar tidak menghalangi penghuni ketika evakuasi keluar rumah.

"Kewaspadaan ini terutama diimbau untuk masyarakat yang berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Siberut Utara, Tuapejat, Painan, Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok dan Solok Selatan," kata Abdul Muhari.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement