Ahad 28 Aug 2022 19:55 WIB

Serbia Tolak Jadi Tuan Rumah Parade LGBT Internasional

Serbia tidak akan menjadi tuan rumah parade LGBT internasional

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Esthi Maharani
Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan, Serbia tidak akan menjadi tuan rumah parade LGBT internasional, EuroPride pada 12-18 September
Foto: AP/Olivier Matthys
Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan, Serbia tidak akan menjadi tuan rumah parade LGBT internasional, EuroPride pada 12-18 September

REPUBLIKA.CO.ID, BELGRADE -- Presiden Aleksandar Vucic mengatakan, Serbia tidak akan menjadi tuan rumah parade LGBT internasional, EuroPride pada 12-18 September mendatang. Langkah ini diambil setelah ribuan orang menggelar aksi protes untuk menentang parade tersebut.

"Parade akan dibatalkan karena ketegangan dengan Kosovo baru-baru ini, serta masalah seputar energi dan makanan. Sederhananya, pada titik tertentu, Anda tidak bisa menangani semuanya," kata Vucic, dilansir BBC News, Ahad (28/8/2022).

Menanggapi pernyataan Vucic, penyelenggara EuroPride 2022, Marko Mihailovic mengatakan, negara tidak dapat membatalkan penyelenggaraan EuroPride. Menurutnya, segala upaya untuk membatalkan penyelenggaraan EuroPride akan menjadi pelanggaran terhadap konstitusi.

Presiden European Pride Organisers Association, Kristine Garina, bersikeras bahwa, acara EuroPride tidak akan dibatalkan. Dia menambahkan, Perdana Menteri Ana Brnabic menjanjikan dukungan penuh dari pemerintah Serbia selama proses penawaran untuk EuroPride 2022. Garina berharap, janji itu akan dihormati.

Brnabic adalah perdana menteri pertama Serbia yang secara terbuka menyatakan dirinya sebagai homoseksual. Sementara European Pride Organisers Association bertanggung jawab untuk memberikan lisensi EuroPride.

Awal bulan ini, ribuan orang di Belgrade menggelar aksi protes melawan EuroPride. Mereka memegang spanduk bertuliskan "untuk melindungi keluarga jauhkan tangan Anda dari anak-anak kami". Partai-partai sayap kanan juga mengutuk penyelenggaraan EuroPride. Uskup Banat, Nikanor, dari Gereja Ortodoks Serbia, mengutuk semua orang yang mengorganisir dan berpartisipasi dalam parade LGBT tersebut.

Penyelenggara acara mengatakan, peran Serbia sebagai tuan rumah EuroPride adalah langkah penting menuju pencapaian kesetaraan bagi komunitas LGBT di Balkan Barat. Pada 2010, pengunjuk rasa anti-gay bertempur dengan polisi dalam upaya untuk membubarkan pawai Gay Pride di Belgrade. Namun pawai Gay Pride kembali digelar empat tahun kemudian, dengan pengamanan ketat. Parade LGBT internasional telah diselenggarakan di kota Eropa yang berbeda hampir setiap tahun sejak 1992.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement