Sabtu 27 Aug 2022 09:16 WIB

FBI Sebut Dokumen Rahasia di Kediaman Donald Trump Bercampur Koran dan Majalah

FBI sudah memeriksa 14 dari 15 kotak yang berisi dokumen rahasia di kediaman Trump.

Rep: Lintar Satria/ Red: Nora Azizah
Dokumen yang terkait dengan surat perintah penggeledahan untuk perkebunan Mar-a-Lago mantan Presiden Donald Trump di Palm Beach, Florida, difoto Kamis, 18 Agustus 2022. Hakim Hakim AS Bruce Reinhart setuju untuk membuat dokumen publik, termasuk lembar sampul surat perintah itu , mosi Departemen Kehakiman untuk menyegel dokumen dan perintah hakim yang mengharuskannya untuk disegel.
Foto: AP Photo/Jon Elswick
Dokumen yang terkait dengan surat perintah penggeledahan untuk perkebunan Mar-a-Lago mantan Presiden Donald Trump di Palm Beach, Florida, difoto Kamis, 18 Agustus 2022. Hakim Hakim AS Bruce Reinhart setuju untuk membuat dokumen publik, termasuk lembar sampul surat perintah itu , mosi Departemen Kehakiman untuk menyegel dokumen dan perintah hakim yang mengharuskannya untuk disegel.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Dalam pernyataan tertulis atau affidavit FBI mengatakan sudah 14 dari 15 kotak yang berisi dokumen rahasia diambil kembali dari kediaman mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Florida. Sebagian rahasia tingkat tinggi itu dicampur dengan koran-koran, majalah dan surat-surat.

Dilansir AP, Sabtu (27/8/2022), dokumen pengadilan menyatakan tidak ada ruangan di kediaman Trump, Mar-a-Lago yang diizinkan digunakan untuk menyimpan materi rahasia. Hal ini menjadi alasan FBI menggelar penggeledahan di properti itu bulan ini.

Baca Juga

Banyak keterangan di affidavit setebal 32 halaman itu yang dirahasiakan karena alasan keamanan saksi dan petugas penegak hukum dan "integritas penyelidikan yang sedang berjalan". Dokumen itu menawarkan detail mulai dari gambaran sampai tanggal catatan pemerintahan yang disimpan di Mar-a-Lago setelah Trump turun jabatan.

Dokumen itu juga mengungkapkan pemerintah khawatir keberadaan dokumen-dokumen rahasia itu di kediaman ilegal. Affidavit memperjelas bagaimana rahasia pemerintah disimpan serampangan, dan kegagalan nyata melindunginya walaupun sudah berbulan-bulan pejabat pemerintah memintanya dikembalikan. Ini akan menjadi rintangan hukum terbaru bagi Trump sebelum ia maju dalam pemilihan presiden 2024.

"Pemerintah menggelar penyelidikan kriminal mengenai penghapusan tidak tepat dan penyimpanan informasi rahasia di ruang yang tak diizinkan, serta penghapusan dan penyembunyian tidak sah catatan pemerintah," tulis agen FBI dalam affidavit itu, Jumat (27/8/2022).

Dokumen yang dipublikasikan ke publik sebelumnya menunjukkan agen-agen federal menyelidiki potensi pelanggaran beberapa undang-undang federal termasuk Undang-undang Spionase yakni mengumpulkan, memindahkan atau menghilangkan informasi.Pasal lainnya membahas penyembunyian, mutilasi atau penghapusan dan penghancuran, perubahan atau pemalsuan catatan pemerintah.

Trump bersikeras meski bukti menunjukkan sebaliknya, ia sepenuhnya kooperatif dengan pemerintah. Ia meminta anggota Partai Republik mendukungnya untuk menuduh penggeledahan di propertinya bermotif politis yang bertujuan merusak rencananya maju kembali ke pemilihan presiden 2024.

Di media sosialnya Trump kembali mengaku ia dan perwakilannya bekerja sama dengan FBI. "(Dan) memberi mereka banyak," katanya.

Affidavit tidak memberikan detail baru tentang 11 set catatan rahasia yang diambil kembali dalam penggeledahan 8 Agustus lalu di Mar-a-Lago. Tapi menyangkut 15 kotak yang diambil oleh Administrasi Arsip dan Catatan Nasional dari properti itu bulan Januari lalu.

Arsip Nasional AS telah mengirimkan permasalahan ini ke Departemen Kehakiman. Affidavit FBI menyatakan Arsip Nasional menemukan "banyak" materi rahasia.

Kasus itu mendorong hakim mengeluarkan surat penggeledahan ke Mar-a-Lago karena banyaknya materi yang sangat rahasia yang ditemukan di 15 kotak yang ditemukan Arsip Nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement