Jumat 26 Aug 2022 16:21 WIB

Harga telur di Pasar Jakbar Tembus Rp 32 Ribu per Kilogram

Naiknya harga diperkirakan karena produksi telur dari peternak berkurang.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Pedagang memilih telur ayam yang harganya terus naik di Pasar Lama Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (22/8/2022).
Foto: ANTARA/Asep Fathulrahman
Pedagang memilih telur ayam yang harganya terus naik di Pasar Lama Kota Serang, Provinsi Banten, Senin (22/8/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga telur ayam di sejumlah pasar dan toko sembako Jakarta Barat (Jakbar) menembus angka Rp 32 ribu per kilogram (kg) yang berlangsung dalam kurun waktu satu pekan terakhir. "Harganya Rp 32 ribu. Kemarin sempat Rp 31 ribu per kilogram sekarang malah naik lagi menjadi Rp 32 ribu," kata Suryanah, pedagang sembako di Palmerah, Jakbar, Jumat (26/8/2022).

Harga Rp 32 ribu itu cukup tinggi lantaran sebelumnya harga telur hanya berkisar Rp 28 ribu per kg atau naik 14 persen. Karena kondisi itu, banyak konsumen yang batal membeli telur dalam jumlah besar. "Paling belinya setengah kilo. Beli di atas sekilo itu jarang dari kemarin," jelas Suryanah.

Hal senada juga dirasakan Syawal, pedagang sembako di Pasar Slipi. Menurut dia, harga telur naik setiap tiga hari sekali. "Dari kemarin naik Rp 1.000 per tiga hari. Sekarang sudah sampai Rp 32 ribu," jelas Syawal.

Dia mengatakan, kenaikan harga tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil jualannya karena sebelum harga telur naik penjualannya juga tidak besar. Kepala Pasar Slipi, Hendra Silalahi, menyampaikan, adanya kenaikan harga telur di pasarnya. Dia mengatakan, naiknya harga diperkirakan karena produksi telur dari peternak berkurang.

Maka dari itu, pihaknya membuka kesempatan bagi warga terutama pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk membeli sembako dengan harga terjangkau. Hanya saja, pembelian tetap dibatasi. "Bisa dibeli di Mini DC (mini grosir) pasar kami," jelas Hendra.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement