Jumat 26 Aug 2022 15:13 WIB

Lakukan Regrouping dan Rebranding Anak Perusahaan, Perhutani Siap Bersaing di Pasar Global

Restrukturisasi BUMN  bertujuan untuk mendorong perusahaan BUMN fokus pada bisnisnya.

Perhutani meresmikan regrouping dan rebranding anak perusahaan, Jumat (26/8/2022).
Foto: Dok Perhutani
Perhutani meresmikan regrouping dan rebranding anak perusahaan, Jumat (26/8/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhutani resmi membentuk regrouping anak perusahaan berupa merger subholding Perhutani Group pada Inhutani I dan Inhutani V serta rebranding identitas Palawi Risorsis menjadi Econique untuk membentuk sinergi potensial dan menyiapkan bersaing di pasar global. 

Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menyampaikan,  Perhutani Group melalui anak perusahaan hasil merger berstrategi untuk menerapkan strategi  product focus untuk pertumbuhan bisnisnya. Dengan demikian, aksi korporasi ini menunjukkan bahwa Perhutani Group memiliki skala ekonomi usaha dan pangsa pasar yang lebih besar serta akses yang lebih luas daripada sebelumnya.

“Tujuan dari merger adalah untuk membentuk sinergi potensial sehingga Perhutani Group siap menghadapi persaingan usaha nasional dan global,” tegas Wahyu saat peluncuran regrouping dan rebranding anak perusahaan , bertempat di Coban Rondo, Batu Malang Jawa Timur, Jumat (26/8/2022).

Merger ini, tambah dia,  akan mempermudah knowledge sharing, salah satu bentuk sinergi potensial antara induk dan anak perusahaan. Research and Development, serta pengembangan SDM yang telah dilakukan Perhutani Forestry Institute dapat pula diimplementasikan oleh anak perusahaan. 

Sementara itu Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury dalam arahannya menyampaikan restrukturisasi BUMN termasuk penataan anak perusahaan bertujuan untuk mendorong perusahaan BUMN fokus pada bisnisnya sehingga mampu memberi kontribusi pada peningkatan pertumbuhan perekonomian negara dan masyarakat. Sebagai BUMN yang termasuk ke dalam cluster Perkebunan dan Kehutanan, Perum Perhutani juga telah mewujudkan upaya restrukturisasi ini. 

Wahyu mengatakan Regrouping anak perusahaan Perhutani Group menunjukkan strategi product focus, yaitu Inhutani I fokus pada produk kayu berbasis engineering wood product, biomass, pengembangan proyek-proyek nature based solutions atau perdagangan karbon (carbon trade) dan pengembangan multiusaha kehutanan, serta optimalisasi kawasan konsesi hutan alam dan hutan tanaman.

Sedangkan Inhutani V fokus pada produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa gondorukem, terpentin, dan derivatnya, serta optimalisasi pemanfaatan Kawasan melalui skema kemitraan untuk pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan multiusaha kehutanan.

Selanjutnya Econique akan berfokus pada ekowisata. Selain mengelola destinasi wisata di  bawah naungannya, bisnis wisata yang dikelola oleh Perhutani dan Inhutani I akan dialihkelolakan (spin off) secara bertahap kepada Econique.  Pada  tahun 2022 terdapat 26 destinasi wisata dan 6 rest area yang akan dialihkelolakan.

Pada kesempatan tersebut di Kawasan Kelola Econique juga dilakukan peresmian Bobocabin Coban Rondo Batu Malang oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perhutani, Econique dan Bobobox Indonesia.  

Sebaliknya, sumber daya yang dimiliki anak perusahaan dapat pula digunakan untuk pengembangan usaha baru, seperti pengembangan proyek nature based solutions. Dengan demikian, merger anak perusahaan ini akan berdampak pada efisiensi dalam pengembangan usaha Perhutani Group, yaitu dengan saling tukar informasi, tukar keunggulan yang dimiliki masing-masing, baik anak maupun induk perusahaan.

“Menuju Perhutani Baru, kami ingin berubah dengan cepat bersama-sama di tengah dinamika yang terjadi saat ini. Ke depannya, Perhutani sebagai induk perusahaan akan fokus pada hulu bisnis, yaitu kelestarian sumber daya hutan dan kelestarian hasil hutan,” ujar Wahyu.

Sekretaris Jendral Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam sambutan yang disampaikan Plt Staf Ahli Menteri Bidang Pangan, Apik Karyana menyampaikan KLHK sangat mendukung tema yang diusung Perhutani, yaitu ‘Perhutani Baru’.

Sedangkan, menurut Pahala, merger anak perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional dalam hal efektivitas pengelolaan sumber daya hutan sehingga berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar hutan dan juga lingkungan, serta meningkatkan kinerja finansial perusahaan pasca merger. “Di samping itu, alih kelola bisnis wisata kepada anak perusahaan juga diharapkan dapat meningkatkan fokus pada pengelolaan bisnis ekowisata,” tegas dia. 

Pada acara tersebut juga dilakukan kegiatan vaksinasi booster bagi warga disabilitas di Kawasan Kabupaten Malang sebanyak 50 peserta.  Mereka mendapatkan vaksin jenis sinopharm  oleh Kimia Farma.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement